Wow, Harga Telur di Bantul Tertinggi Sepanjang Sejarah

Ilustrasi telur ayam. - Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
11 Juli 2018 15:10 WIB David Kurniawan Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Harga kebutuhan pokok di Pasar Bantul pascaperayaan Hari Raya Idulfitri naik. Kenaikan harga salah satunya dipicu karena pasokan stok di pasaran yang tidak lancar.

Beberapa kebutuhan pokok di pasaran yang mengalami kenaikan harga antara lain, telur. Pada saat Lebaran, komoditas ini dipasarkan dengan harga Rp22.000 per kilogram (kg). Namun sejak dua pekan lalu harganya terus merangkak naik menembus Rp27.000 per kg.

Selain telur, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas daging ayam dari Rp33.000 per kilogram menjadi Rp36.000. Cabai rawit merah yang sepekan lalu dibanderol Rp25.000 naik menjadi Rp43.000 per kilogram. Daging sapi juga masih relatif tinggi karena dijual Rp120.000 per kilogram. Sementara itu, beberapa kebutuhan pokok seperti minyak goreng, tepung terigu, gula pasir dan beras harganya masih relatif stabil.

Salah seorang pedagang di Pasar Bantul, Mislam mengatakan sejak dua pekan lalu harga kebutuhan mulai merangkak naik. Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas telur dan cabai rawit merah. “Telur naiknya hingga Rp5.000 per kg, sedang cabai rawit mencapai Rp18.000 per kilogram,” kata Mislam kepada wartawan, Selasa (10/7/2018).

Menurut dia, untuk telur kenaikan harga yang tertinggi sepanjang sejarah. Pasalnya, di waktu-waktu sebelum Lebaran harga komoditas ini belum setinggi sekarang. “Biasanya tertinggi hanya Rp25.000 per kilogram, tetapi sekarang menembus Rp27.000 per kg,” katanya.

Disinggung mengenai penyebab kenaikan harga telur, ia mengaku tidak tahu pasti. Namun berdasarkan penuturan dari distributor, kenaikan dipicu karena stok yang menimpis.
“Informasinya panen telur di tingkat peternak berkurang. Akibatnya kedatangan pasokan ke pasar juga sedikit tersendat,” tuturnya.

Hal yang sama dituturkan oleh Endang Listyowati, salah seorang pedagang ayam di Pasar Bantul. Menurut dia, sejak dua hari lalu, daging ayam terus merangkak naik. “Belum sempat normal, tetapi harganya sudah kembali naik. Sekarang satu kilogram ayam dipatok Rp36.000,” kata Endang.

Dia mengaku tidak tahu persis penyebab kembali naiknya daging ayam. “Saya beli dari distributor sudah naik. Jadi otomatis ikut menaikkan harga jual,” katanya.

Endang berharap agar harga kebutuhan pokok bisa lebih stabil lagi. Pasalnya, jika harga terus naik turun yang rugi bukan hanya pedangang, tetapi juga para pembeli terkena dampaknya. “Kalau bisa harga dibuat lebih stabil,” pintanya.

Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi membenarkan adanya kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok pascalebaran. Hal ini terlihat dari pemantauan di tiga pasar tipe A di Bantul yang meliputi Pasar Bantul, Niten dan Imogiri.

“Contohnya telur, di Pasar Imogiri harganya tembus sampai Rp28.000 per kilogram. Sedang cabai rawit dijual sampai Rp50.000 per kilogram,” katanya.

Menurut dia, dari tiga pasar yang dilakukan pemantauan memiliki harga yang berbeda. Hal itu disebabkan karena beberapa faktor salah satunya mengenai jarak sehingga berpengaruh terhadap biaya operasional.