Stan Pameran Unik Dipenuhi Bambu dan Jerami

Sejumlah pengunjung stan Kecamatan Ngemplak sedang bersantai di stan pameran produk daerah di kompleks Gedung Serbaguna dan Lapangan Dengung, Sabtu (14/7/2018). - Harian Jogja/Irwan A Syambudi
15 Juli 2018 08:17 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, SLEMAN-Sejumlah stan unik menghiasi pameran potensi daerah di Kompleks Gedung Serbaguna dan Lapangan Dengung. Terdapat beberapa stan berkonsep kafe yang dihiasi dengan bambu dan juga jerami.

Dua stan yang berkonsep kafe di antaranya adalah stan milik Kecamatan Pakem dan Kecamatan Ngemplak. Stan milik Kecamatan Pakem misalnya dibentuk sedemikian rupa bak kafe yang nyaman untuk sekadar nongkrong dan bercengkerama. Stan itu menyajikan minuman utama yakni kopi dan berbagai macam camilan dari olahan salak.

Dengan mengusung tema kedai kopi tradisional, stan ini berhasil mencuri perhatian dengan konstruksinya yang didominasi oleh bambu. "Ketika saya diberi kepercayaan oleh Kecamatan Pakem untuk mendesainkan stan dengan tema kedai kopi tradisional dan ramah lingkungan, maka yang terbayang adalah kedai kopi tradisional dengan konstruksi bambu,” jelas Ferry dari Gama Pro, Desainer Stan Kecamatan Pakem, Sabtu (14/7/2018).

Di stan Kecamatan Pakem ini pengunjung pameran dapat menikmati secangkir kopi dengan harga yang sangat terjangkau. Pengunjung juga dimanjakan dengan tempat duduk santai yang sangat cocok untuk bercengkerama.

Pemilik Kedai Kopi Alam Merapi Musimin mengatakan, ada berbagai macam kopi Merapi yang disajikan dan diproses mulai dari full wash, natural, hingga black honey. "Kopi yang disajikan di sini adalah kopi Merapi yang memiliki rasa khas karena dibudidayakan secara organik di tanah vulkanis oleh petani kopi di sekitar lereng Gunung Merapi," katanya.

Stan lainnya yakni stan Kecamatan Ngemplak juga berkonsep kafe dan dibuat unik. Di bagian lantai stan dilapisi jerami. Koordinator Stan Kecamatan Ngemplak Heni Handri Utami mengatakan, konsep yang dibuat ini untuk menonjolkan potensi Kecamatan Ngemplak.

"Kenapa pakai jerami? Karena di Ngemplak lahan persawahan banyak. Jadi kami ingin menonjolkan bahwa di Ngemplak itu banyak padi yang menjadi potensi kecamatan kami," katanya.

Di stan yang di desain terbuka itu, menyajikan berbagi makanan dan jenis kerajinan. Selain minuman utama yakni kopi, ada juga sajian makanan ringan berupa olahan kulit pisang menjadi kripik, serta kripik ikan nila berukuran kecil.

Pameran potensi daerah yang dibuka dari pagi hingga malam itu akan berlangsung 12-21 Juli 2018 mendatang. Tahun ini, tema yang dipilih dalam pamerah tersebut adalah Sleman Kreatif Menuju Smart Regency. Tujuannya untuk mengenalkan dan mempromosikan berbagai potensi, budaya, dan produk unggulan daerah Sleman.

Ad Tokopedia