Pintu Air Sermo Ditutup, Saluran Irigasi Kalibawang Siap Dibuka

Pengendara sepeda motor melintas di dekat saluran irigasi pertanian yang kering di Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, belum lama ini. Saluran irigasi di wilayah Sentolo menjadi salah satu saluran irigasi yang terdampak perbaikan Saluran Induk Kalibawang. Harian Jogja/Beny Prasetya
16 Juli 2018 13:15 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, KULONPROGO—Menyusul selesainya masa tanam kedua, pintu air Waduk Sermo bakal segera ditutup. Untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan, Saluran Irigasi Induk Kalibawang bakal dibuka. Pembukaan saluran sangat penting agar sejumlah sumur milik masyarakat yang berada di sekitar sekolan tidak kering.

Kepala Monitoring Waduk Sermo Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Novika Prabowo Andriyanto, menyatakan rencana penutupan pintu air Waduk Sermo dilaksanakan ketika petani di Kulonprogo sudah mulai panen. "Jadi ketika masa tanam selesai, pintu air Kamal ditutup. Di masa tanam ketiga petani lebih banyak yang menanam palawija," katanya, Minggu (15/7/2018).

Menurut Novika, saat ini debit air di Waduk Sermo telah menurun hingga 125 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Dalam kondisi tersebut Waduk Sermo dalam kondisi siaga kekeringan. "Semoga prediksi awal tentang akhir musim kemarau tetap aman sesuai prediksi," katanya.

Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Hadipriyanto, menjelaskan penutupan pintu air Waduk Sermo telah direncanakan. Begitu juga dengan perbaikan Saluran Irigasi Induk Kalibawang diperkirakan akan selesai tepat waktu di akhir Juli 2018. "Jadi bergantian, nanti air dari Saluran Irigasi Induk Kalibawang mengalir, dari Kamal ditutup," katanya.

Ad Tokopedia