Luas Lahan Pertanian di Gunungkidul Terus Ditambah

Ilustrasi kemarau di ladang pertanian - Bisnis Indonesia/Rachman
23 Juli 2018 16:20 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul terus berupaya menambah luas tanam padi di Bumi Handayani. Hal ini bertujuan menjadikan Gunungkidul sebagai lumbung padi DIY.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan potensi lahan pertanian di Gunungkidul mencapai 7.865 ha. Luasan itu akan terus bertambah lantaran lahan kering yang tercatat seluas 42.000 ha.
"Atas hal itu kami terus berupaya mencapai target luas tambah tanam," kata Bambang seusai acara Pencanangan Gerakan Tambah Tanam Padi Musim Tanam III 2018 Gunungkidul, di Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Senin (23/7/2018).

Bambang mengatakan target luas tambah tanam (LTT) padi pada April-September tahun ini sebesar 1.765 hektar. Namun hingga hari ini baru mencapai 40 persen dari total keseluruhan. "Juli ini masih kurang, tapi kami menargetkan September akan tercapai," kata Bambang.

Adapun upaya Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul untuk mencapai target LTT adalah dengan memberi bantuan alat pertanian kepada petani. Selain itu bantuan benih baik itu jagung dan padi juga telah dilakukan.

Disinggung soal hasil panen padi untuk tahun ini Bambang menjelaskan Gunungkidul mengalami surplus. Sebab untuk 2017 lalu pencapaian produksi tanaman padi mencapai 293.380 ton gabah kering giling, sementara tahun ini dikatakan Bambang angka ramalan (aram) produksi 301.926 ton gabah kering panen. "Jika dibandingkan dengan tahun lalu ada kelebihan yang berarti surplus," kata dia.

Salah satu petani, Suparjono, berharap target LTT bisa segera tercapai. Alasannya luas lahan tanam di Gunungkidul jika terus diperluas maka akan berdampak baik bagi kesejahteraan petani. "Tentunya itu sangat baik, dan semoga segera terealisasi," ucapnya