Karyawan Wadul Dewan, Ini Komentar Dirut PT. JTT

Penumpang Trans Jogja turun di halte Jalan MT Haryono, Yogyakarta. - Harian Jogja/ Desi Suryanto
02 Agustus 2018 16:20 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah karyawan PT. Jogja Tugu Trans (JTT) wadul ke DPRD DIY. Mereka mengeluhkan tidak adanya penambahan gaji karyawan sejak empat tahun terakhir.

Direktur PT. JTT Agus Andrianto mengaku sudah menyampaikan kepada para karyawan bahwa kenaikan gaji akan bisa direalisasikan suatu saat nanti. Tapi, saat ini ia meminta karyawan bersabar dan realistis, sebab perusahaan sedang mengalami banyak permasalahan, baik di bidang keuangan dan di bidang lainnya. "Kami akan terus membuka ruang dialog untuk mencari solusi dari permalasahan ini," katanya saat menghadiri undangan audiensi bersama karyawan PT. JTT dan legislator DPRD DIY di Gedung DPRD DIY, Kamis (2/8/2018).

Dia menyebut proses perbaikan perusahaan membutuhkan waktu. Jika semua permasalahan sudah diselesaikan, Agus berjanji gaji karyawan akan disesuaikan.

Menurut dia kondisi PT. JTT saat ini ibarat pasien yang tengah sakit dan masih memerlukan obat. Sekarang, kata dia, PT. JTT masih harus berupaya untuk survive dengan segala keterbatasan yang ada.
Agus menyampaikan saat ini bus PT. JTT yang beroperasi sebagai Trans Jogja hanya 60 unit dari total 74 unit yang ada. "Tapi karena anggarannya hanya cukup untuk mengoperasikan 127 bus Trans Jogja, dari yang seharusnya 147, maka PT. JTT hanya dapat jatah 60. Setelah nanti ada penambahan operasional bus jadi 74, kami berharap ini jadi langkah perbaikan perusahaan. Karena kalau busnya semakin banyak, peluru saya untuk bermanuver semakin banyak."

Ketua Serikat Pekerja PT. JTT Totok Yulianto mengatakan upaya permohonan kenaikan gaji selalu mentok, karena manajemen perusahaan selalu mengatakan tidak ada kenaikan Bantuan Operasional Kendaraan (BOK). "Maka di kesempatan ini kami sampaikan pada pihak terkait, kami memohon kenaikan gaji karena sudah empat kali kenaikan UMK [upah minimum kabupaten], gaji kami tidak pernah naik," katanya.