Pemilihan Kepala Desa, Pemkab Bantul Alokasikan Rp7 Miliar

Ilustrasi. - Solopos/Agoes Rudianto
07 Agustus 2018 16:10 WIB David Kurniawan Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul berjanji untuk menyukseskan penyelenggaraan pemilihan kepala desa serentak di 30 desa. Untuk kesuksesan pemiliihan sudah dialokasikan anggaran Rp7 miliar.

Kepala Sub Bagian Lembaga Desa, Bagian Administrasi Pemerintahan Desa, Setda Bantul Edy Muryanto mengatakan tahapan pemilihan sudah memasuki seleksi administrasi bakal calon kepala desa. Menurut dia, tahapan seleksi hanya bagian dari penyelenggaraan pemilihan serentak di 30 desa. “Tahapan masih panjang karena masih ada penetapan calon, kampanye, pencoblosan hingga pelantikan lurah desa terpilih,” kata Edy kepada wartawan, Selasa (7/8/2018).

Menurut dia, untuk kesuksesan pemilihan, Pemkab sudah mengalokasikan anggaran Rp7 miliar. Dana ini rencananya digunakan untuk membiayai seluruh tahapan dari awal hingga akhir pemilihan. Anggaran digunakan untuk operasional BPD selaku penanggung jawab, operasional panitia pemilihan di tingkat desa, operasional penyelenggara pemilihan hingga pengadaan logistik untuk surat suara pemilihan.

“Total biaya mencapai Rp7 miliar dan sudah kami alokasikan dalam kegiatan pilurdes yang sudah berjalan,” ucapnya.
Edy berharap penyelenggaraan pilurdes dapat berjalan dengan lancar dan selesai sesuai jadwal tahapan yang telah dibentuk. “Harapannya semua aman dan lancar dari awal tahapan hingga pelantikan lurah desa terpilih,” kata dia.

Bupati Bantul Suharsono berpesan agar seluruh elemen dapat menjaga kondisi kondusif di masing-masing wilayah. Ia meminta agar pelaksanaan pemilihan dapat berjalan aman dan lancar sehingga tidak ada perpecahan karena pemilihan tersebut.

“Semua harus bisa menjaga diri dan menahan jangan sampai terjadi anarkisme. Untuk itu, semua pihak harus ikut berpartisipasi menjaga keamanan di setiap desa yang menyelenggarakan pemilihan,” kata Suharsono.

Menurut dia, dalam penyelenggaraan pemilihan harus dibarengi dengan sikap dewasa. Sebab dalam pelaksanaan bukan untuk mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah, melainkan pemilihan bertujuan untuk mencari pemimpin terbaik demi tercapainya kemajuan dan kesejahteraan di desa.

“Kita semua bersaudara dan tidak baik terpecah-pecah karena beda pandangan dalam pilurdes. Akan lebih baik semangat yang dimiliki digunakan untuk membangun desa yang lebih baik lagi,” kata dia.

Untuk pengamanan pemilihan, Suharsono meminta kepada aparat keamanan baik yang berasa dari kepolisian maupun TNI ikut berpartisipasi. Tujuannya agar pelaksanaan pemilihan serentak dapat berjalan dengan aman dan lancar.

“Nanti jelang pemilihan, saya akan cek satu persatu untuk mengetahui kesiapan. Yang jelas, saya berharap partisipasi dari masyarakat baik itu calon beserta pendukung untuk berkomitmen menjaga kedamaian sehingga pelaksanaan tidak ada halangan yang berarti,” katanya lagi.