PKL Malioboro Digugat Pemilik Toko, Ini Solusi yang Ditawarkan Pemda DIY

Suasana di sekitar kawasan pertokoan Malioboro, Sabtu (7/7 - 2018). Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
08 Agustus 2018 19:20 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY berupaya mencari solusi terkait dengan tuntutan Paguyuban Pengusaha Malioboro (PPM) yang menginginkan area depan toko mereka harus bebas pedagang kaki lima. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah menempatkan PKL di sentra-sentra PKL yang ada di kawasan Malioboro.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan polemik keberadaan PKL di depan toko sebaiknya diselesaikan melalui jalur dialog. Ia menolak berkomentar lebih jauh, karena penataan PKL merupakan kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja. "Itu kan urusan [pemerintah] kota, bukan saya," kata dia di kompleks Kepatihan, Rabu (8/8/2018).

Sementara Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan Pemda DIY terus berkoordinasi secara intensif dengan Pemkot Jogja untuk mencari solusi terbaik, yang bisa menguntungkan PKL maupun pemilik toko.

Pemda DIY, kata dia, belum bisa menentukan kebijakan sama sekali, karena belum ada solusi. Selain itu, bagi pemerintah masalah itu juga dilematis. Pasalnya jika PKL dipindah, tempat relokasinya belum tersedia, namun kalau tak dipindah nantinya akan berdampak pada toko. "Cari dulu solusi yang terbaik dengan penyelesaian alternatif. Salah satunya [eks] Bioskop Indra [Sentra PKL], Pasar Sore, kalau parkir di Beskalan. Nanti dioptimalkan dengan sarana yang ada," kata Gatot.