Penutupan FKY Besok Penuh Kejutan

Kontingen pawai pertama FKY 30, marching band Projotamansari memeriahkan pembukaan FKY 30 di sepanjang Jalan Malioboro, Senin (23/7/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
08 Agustus 2018 21:00 WIB Salsabila Annisa Azmi Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 30 bertajuk Mesemeleh akan ditutup pada 9 Agustus 2018. Gelaran pameran dan festival seni yang mengalami peningkatan jumlah pengunjung secara signifikan tersebut akan ditutup dengan berbagai kejutan dari masing-masing seniman yang tampil pada penutupan.

Marketing Communication Festival Kesenian Yogyakarta Diendha Febrian mengatakan jumlah pengunjung FKY 30 hingga hari ke enam penyelenggaraan mencapai 139.000 orang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari tahun lalu di mana selama penyelenggaraan pengunjung mencapai 133.830 orang. "Antusias pengunjung merata ke semua bagian. Baik itu kuliner, Taperu, dan Panggung Senyap yang sempat menimbulkan antrean panjang," kata Diendha, Rabu (8/8/2018).

Diendha mengatakan gelaran seni musik di Panggung Senyap tahun ini cukup menarik banyak pengunjung. Penonton yang mengantre headphone yang berfungsi untuk mendengarkan live music band lokal kesayangan mereka diprediksi mencapai 100 hingga 300 orang per hari. Meskipun para penonton hilir mudik, antrean tetap panjang.

Diendha menambahkan kuliner dan stan penjualan di FKY 30 juga mendulang omset yang cukup baik. "Kalau total selama penyelenggaraan kami belum rekap ya, tetapi malam kemarin saja omset keseluruhan sudah Rp52.714.400," kata Diendha.

Diendha mengaku untuk acara penutupan FKY 30, para panitia belum menyepakati konten hiburan yang akan disajikan. Namun dari setiap seniman yang akan tampil di panggung seni akan menampilkan kejutan dari spontanitas dan kreatifitas mereka. "Kemudian nanti di panggung penutupan akan ada kilas balik FKY sejak 2013. Jadi perjalanan kami dari FKY 25 hingga FKY 30 akan ditampilkan di layar besar panggung," kata Diendha.

Setelah closing ceremony, Diendha mengatakan, akan diumumkan hasil donasi yang dikumpulkan panitia FKY 30 untuk korban gemba Lombok Utara. Mengenai kemeriahan pawai, tidak akan diadakan di penutupan. Namun sengaja diselenggarakan dua hari sebelumnya.

Ketua Umum FKY 30 Roby Setiawan mengatakan sekitar 700 orang menjadi peserta pawai penutupan dan terbagi dalam 10 kontingen. Pawai diawali kontingen pertama yaitu Sanggar Olah Seni P Q One dan Rintisan Kelurahan Budaya se Kota Jogja yang berjumlah 100 orang. Mengusung tema Wayang Happy, barisan remaja menari dengan kostum wayang yang sudah disesuaikan, tidak lepas dengan dolanan anak.

Pada urutan kedua Kabupaten Gunung Kidul menampilkan Jathilan Sikil Dhuwur & RnB Fashion Carnival dari Gunungkidul sejumlah 50 orang. "Kontingan- kontingen dari Kabupaten Sleman menyusul pada giliran berikutnya yaitu Bregada Sastro Wilogo, Sanggar Tari Kembang Sakura, Lintang Sanga, Sanggar tari Arya Satya, Ambaratmadja, yang masing-masing berjumlah 50 orang," kata Roby.

Sedangkan Kabupaten Bantul tampil dengan dua kontingen yaitu Bregada Singosaren sebanyak 100 orang dan Bregada Reog juga dengan 100 orang anggota kontingen. Kontingen dari Kabupaten Kulon Progo yaitu Jureng Kulon Progo sejumlah 100 orang peserta menjadi penutup rangkaian pawai budaya yang berakhir sekitar jam 17:30 WIB.

"Setiap kontingen menghadirkan karakter masing-masing yang memberi warna dan gambaran bahwa DIY memiliki keragaman budaya, dan seni yang bersifat dinamis. Keberagaman budaya dan seni yang berangkat dari budaya tradisi yang dimunculkan dengan berbagai penyesuaian, seperti sisi artistik, busana dan sebagainya," kata Roby. Roby menambahkan pawai tersebut merupakan representasi kelompok seni kreatif dari kabupaten-kabupaten dan kota di DIY.