KKN UGM Gelar Indonesia Geothermal Festival 2018

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sanjojo berswafoto bersama para mahasiswa KKN PPM UGM di Lapangan Grha Sabha Pramana UGM, Sabtu (23/6/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
08 Agustus 2018 15:10 WIB Laila Rochmatin Sleman Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar The 4th Indonesian Geothermal Festival sebagai ajang promosi wisata panas bumi di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

The 4th Indonesian Geothermal Festival mengusung tema Pesona Panas Bumi Indonesia. Kegiatan ini merupakan satu dari serangkaian program KKN PPM UGM Unit SA-003 Lahendong yang dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan dari Juli hingga Agustus 2018.

“Festival panas bumi Indonesia kali ini merupakan tahun keempat yang sebelumnya telah dimulai oleh tim KKN PPM UGM sejak 2015 silam,” kata Koordinator Mahasiswa Unit Lahendong, Yosua Priambodo, Rabu (8/8/2018).

Festival kali ini terdiri dari serangkaian acara salah satunya adalah fun trip bagi siswa SMP dan SMA Kota Manado, Kota Tomohon, dan Kabupaten Minahasa. Para pelajar tersebut mengikuti fun trip di sejumlah tempat strategis, seperti Manifestasi Geothermal di Leilem, Pabrik Gula Aren Masarang, Pertamina Geothermal Energy di Tondangow dan Tompaso, serta PLTP di Tompaso.

“Tempat-tempat ini dipilih sebagai tempat tujuan fun trip untuk mengenalkan secara langsung pada pelajar tentang manifestasi hingga pemanfaatan energi panas bumi di Sulawesi Utara,” kata dia.

Selain fun trip juga digelar lomba bercerita tentang energi panas bumi dan manfaat serta keunggulannya. Berikutnya, lomba debat tingkat SMA bertema Pemanfaatan Energi Panas Bumi untuk Pembangunan Energi Berkelanjutan.

Puncak acara The 4th Indonesian Geothermal Festival dikemas dalam bentuk pesta rakyat. Berbagai kesenian ditampilkan dalam acara tersebut, di antaranya adalah Tari Kabasaran persembahan siswa SMP Kristen Tomohon.

Selain pentas seni budaya, juga diselenggarakan talk show geothermal, pentas kuliner khas Sulawesi Utara, lomba anak, pameran geothermal, serta pameran foto geothermal.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN UGM Unit Lahendong Pri Utami mengatakan festival ini diselenggarakan sebagai wadah pembelajaran bagi masyarakat luas tentang panas Bumi yang potensinya cukup besar di Sulawesi Utara. Selain itu, juga sebagai bentuk rasa syukur memiliki sumber energi panas Bumi yang bersih serta ramah lingkungan.

Dia juga berharap ke depan masyarakat dan pemerintah daerah dapat mengelola potensi panas Bumi yang ada. Pasalnya, Sulawesi Utara memiliki potensi panas Bumi yang besar dengan kondisi bentang alam yang indah sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi pariwisata panas bumi.

Ad Tokopedia