Iduladha Semakin Dekat, Pengawasan Hewan Kurban Diperketat

Pedagang hewan kurban, Sumaryanto, memberi makan kambingnya di lokasi berjualan di Jalan KRT Pringgodiningrat, Dusun Drono, Desa Tridadi, Sleman, Selasa (7/8 - 2018).Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
08 Agustus 2018 20:15 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman mulai mengawasi lalu lintas dan perdagangan hewan kurban. Antisipasi dilakukan dengan sosialisasi tata cara pemotongan hewan kurban. Sebanyak 293 petugas siap diterjunkan guna memantau di lokasi pemotongan.

Kepala Bidang Peternakan DP3 Sleman, Husein Siswanto, mengatakan pemantauan sudah dilakukan di beberapa pasar hewan dan sentra peternakan. Berdasarkan hasil pantauan DP3 Sleman, sebanyak 1.553 ekor sapi, sembilan ekor kambing, dan 1.113 ekor domba dinyatakan sehat. Pemantauan dilakukan di 53 titik.

Husein mengatakan jajarannya sudah melakukan sosialisasi ke-17 kecamatan bekerja sama dengan pemerintah kecamatan, desa, juga takmir masjid tentang penanganan hewan kurban. "Beberapa hal yang juga dilakukan seperti penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), sosialisasi seperti cara merobohkan sapi, serta larangan tidak boleh merokok di area penyembelihan hewan kurban," kata Husein, Rabu (8/8/2018).

Beberapa hal yang diantisipasi oleh DP3 terkait dengan hewan kurban di antaranya masih kurangnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap penanganan hewan kurban seperti menangani hewan kurban sambil merokok, belum menggunakan masker, juga alas kaki dan sandal masuk area penanganan daging.

Kepala DP3 Sleman, Heru Saptono, mengatakan di Sleman ada 14 puskeswan yang akan dilibatkan, dengan jumlah petugas pemantau sebanyak 293 orang. "Untuk kebutuhan hewan kurban di Sleman belum bisa dipenuhi oleh kelompok ternak di Sleman. Untuk titik potong di Sleman mencapai 2.000 titik lebih," katanya, Selasa (7/8). Sementara tahun lalu, titik potong hewan kurban mengalami peningkatan, dari 2.206 titik potong menjadi 2.240 titik potong.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Pertanian DIY, Anung Endah Suwasti, mengatakan apabila ada hewan kurban dari luar daerah maka akan dilakukan pengecekan dokumen. "Di pos lalu lintas kami cek kelengkapan dokumen SKKH," kata Anung, Rabu.

Berdasar pantauan, sejumlah pedagang hewan kurban dari luar Sleman mulai datang berjualan di Sleman. Pedagang kambing dari Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Sumaryanto, mengaku sudah sepekan berjualan kambing di Jalan KRT Pringgodiningrat, Dusun Drono, Desa Tridadi, Sleman. Ia rutin berjualan tiap tahun di Sleman.

Menurut Sumaryanto ramainya penjualan akan terjadi sepekan sebelum Iduladha. Ia menyetok 30 ekor kambing dari Temanggung. "Kami mengurangi stok karena kami memperkirakan penjualan bakal turun. Tahun lalu kami menyetok 40 ekor kambing,” katanya.

Ia mengaku belum ada pemeriksaan yang dilakukan oleh instansi terkait. Namun ia berinisiatif mengecek kesehatan dan ada satu ekor kambing dagangannya yang tidak jadi ia jual karena sakit. Harga satu ekor kambing berkisar dari Rp2 juta sampai Rp3,5 juta.

Ad Tokopedia