Wisatawan Asing Kurang Berminat ke Gunungkidul

Suasana Pantai Baron, Tanjungsari, Selasa (15/5/2018). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
08 Agustus 2018 07:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Meski Gunungkidul sudah menjadi salah satu daerah dengan berbagai pilihan destinasi wisata, namun kunjungan wisatawan asing dinilai belum sesuai harapan.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dinpar), Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan saat ini jumlah kunjungan wisatawan asing terus didorong agar mengalami peningkatan.

“Belum begitu banyak saat ini, kami masih belum bisa memastikan juga, karena belum diberlakukan tiket retribusi yang berbeda untuk wisatawan asing maupun lokal. Namun tahun kemarin kami sudah mulai berusaha mendatanya,” kata Hary, Selasa (7/8/2018).

Ia mengatakan pada tahun lalu total jumlah kunjungan wisatawan di Gunungkidul ada 3.285.000 orang. Sementara jumlah wisatawan asing sekitar 21.000.

Hary mengatakan sejumlah destinasi wisata sebenarnya memiliki daya tari yang levelnya internasional, yaitu Geosite. Menurutnya pengembangan tersebut harus didukung dengan semangat para pengelola wisata. Menurutnya masyarakat sekitar tempat wisata harus diberdayakan.

Selain itu Hary mengatakan, pihaknya beserta dinas terkait lainnya terus mendorong untuk pembangunan infrastruktur yang harapannya dapat mendukung aksesibilitas wisatawan. Termasuk pembangunan NYIA, JJLS diharapkannya menambah jumlah wisatawan asing.

Sebelumnya, Ketua Forum Silaturahmi Insan Pariwisata (Fosipa) Indonesia, Edo Sunardiono mengatakan untuk mendukung pengembangan wisata pelaku wisata serta Pemerintah harus duduk bersama mendiskusikan masuknya investor.

“Perlu adanya hotel yang mendukung pariwisata yang nyaman untuk menambah lama tinggal wisata. Selain itu juga hiburan malam, contohnya ada panggung yang menyajikan seni budaya atau semacamnya,” kata Edo.

Edo mengatakan untuk Gunungkidul memang perlu didukung peningkatan infrastruktur terutama jalan, sehingga sedikit banyak dapat mengurangi kemacetan yang masih terjadi saat wisatawan membludak.

Sekretaris Pokdarwis Nglanggeran, Sugeng mengatakan upaya yang dilakukan untuk menarik wisatawan asing dengan bekerjasama dengan Travel agent. “Kami kerjasama dengan travel agent. Kendala yang dihadapi dengan wisatawan asing yaitu penguasaan bahasa. Namun dengan adanya pelatihan Dinas cukup terbantu. Termasuk kami upaya meningkatkan pelayanan salah satunya dibidang kuliner,” katanya.

Ad Tokopedia