Awas, Jalan di Pantai Glagah-Congot Amblas

Situasi terakhir abrasi di pantai Glagah-Congot, Rabu (8/8/2018). - Harian Jogja/Uli Febriarni
08 Agustus 2018 22:37 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Gelombang tinggi di laut selatan Jawa menyebabkan abrasi di sejumlah titik, sepanjang pantai selatan Kulonprogo. Jalan penghubung akses Pantai Glagah dan Pantai Congot amblas.

Seorang penambak udang, Supangat mengungkapkan, titik abrasi terparah berada sekitar setengah kilometer dari Pantai Glagah, tepatnya di sisi selatan tambak udang miliknya. Abrasi tersebut terjadi sejak 28 Juli 2018.

Amblasnya terjadi sedikit demi sedikit dan bertambah besar. Menurut dia, abrasi yang terjadi di jalan tersebut bukan kali pertama, namun paling parah dibanding yang sebelumnya.

"Amblas sudah sekitar 15 meter hingga memakan separuh badan jalan. Sekarang jarak jalan dengan tambak tinggal sekitar 10 meter," kata dia, Rabu (8/8/2018).

Abrasi merupakan hal yang biasa terjadi, nantinya gumuk pasir akan terbentuk kembali, demikian pula kondisi pantai kembali normal, imbuh dia. Supangat memperkirakan, abrasi kali ini membutuhkan waktu lebih dari sebulan untuk kembali seperti sedia kala.

"Lebeng [sebutan warga setempat untuk titik abrasi] biasanya bergeser, kalau misalnya menetap ya bisa seperti itu terus, malah bisa lebih parah," ujar warga Glagah itu.

Ia mengungkapkan, telah berusaha memberi tanda menggunakan tumpukan pandan, agar pengguna jalan mengetahui ada bahaya abrasi dan tidak terperosok.

Pengunjung Pantai Glagah, Jeffry menyatakan, sepekan lalu saat melintas di jalan tersebut, abrasi belum terlalu parah. Namun warga Desa Pendowo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo itu melihat kini bagian bawah aspal terlihat tergerus parah, sehingga berbahaya bila dilalui kendaraan.

Data milik Koodinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Pantai Glagah, Aris Widiatmoko menyebutkan, panjang jalan yang terkena abrasi sekitar 40 meter, tinggi tiga meter. Di lokasi sudah dipasang garis polisi.

Pengguna jalan diimbau berhati-hati saat melintas, karena aspal sudah labil. Bagian bawah sudah tergerus dan setiap saat bisa amblas jika diterjang gelombang pasang.

"Mobil bisa oleng dan nyemplung [terjatuh], apalagi kendaraan bertonase berat seperti truk pembawa udang hasil panen," ujarnya.

Timnya juga sudah menyampaikan informasi perihal abrasi tersebut kepada Dinas Pariwisata agar bisa diteruskan kepada jajaran terkait. Selain itu, melakukan patroli di lokasi.