Advertisement
Warga Tempel Tahan Banting, Suhu Dingin Tak Banyak yang Sakit
Warga menutup sinar matahari yang menyinari muka saat matahari bersinar terik di musim kemarau. - Harian Jogja/Nina Atmasari
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN-- Kondisi kesehatan saat suhu rendah akibat peralihan diantisipasi. Kunjungan ke puskesmas masih tergolong normal dan tidak ada antisipasi khusus.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Puskesmas Tempel I Samsu Eko mengatakan jumlah pasien yang masuk ke Puskesmas Tempel I saat suhu rendah tergolong normal.
Advertisement
"Biasa saja, malah kalau melihat data kadang menurun, dan ada peningkatan juga per harinya tidak terlalu signifikan," katanya pada Rabu (8/8/2018).
Berdasarkan data dari Puskesmas Tempel I jumlah pasien rata-rata perharinya bisa sampai 100 pasien.
BACA JUGA
Sementara menurut Samsu, rata-rata pasien yang masuk ke Tempel I mengeluhkan Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). Ia mengatakan tidak ada antisipasi khusus terkait suhu yang rendah saat ini.
"Kalau upaya pencegahan sama seperti biasanya, melalui sosialisasi ke masyarakat," ujar Samsu.
Sementara itu Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman Dulzaini mengatakan penyakit yang rentan saat memasuki musim peralihan diantaranya ISPA.
"Ketika masuk musim peralihan seperti ini, akan membuat daya tahan tubuh menurun,” ujarnya.
Dulzaini mengatakan pihaknya melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui gerakan masyarakat sehat dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DIY Masuk Fase Akhir Siklus Gempa Besar, Warga Diminta Waspada
- Lansia di Kulonprogo Alami Insiden Unik, Ditangani Damkar
- Jejak Pencuri Gamelan di Jogja Terungkap Setelah Aksi Kedua
- Jadwal KA Prameks Hari Ini 16 April 2026, Tarif Tetap Rp8.000
- SPPG Didesak Tanggung Jawab Penuh Kasus Keracunan di Bantul
Advertisement
Advertisement









