Margosari dan Giripeni Bakal Jadi Pusat Pemerintahan Terpadu

Ilustrasi pembangunan gedung - JIBI
09 Agustus 2018 22:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo berencana menjadikan dua desa sebagai kawasan pusat pemerintahan terpadu. Dua desa yang menjadi alternatif pilihan yaitu Desa Margosari dan Desa Giripeni.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, mengungkapkan pembangunan pusat pemerintahan terpadu bakal dilakukan di area persawahan di Desa Giripeni dengan lebar jalan 14 meter. Nantinya diharapkan muncul pusat pertumbuhan ekonomi baru, begitu juga di Dusun Kalipetir dan Desa Margosari di Kecamatan Pengasih. Pemkab juga berencana memindah pasar di samping perlintasan kereta sebelah barat. Percepatan pembangunan di kawasan tersebut akan dilakukan apabila publik setempat ramah terhadap rencana tersebut. Jika sebaliknya, maka alternatif lokasi akan dipindah. "Kami menargetkan lima tahun ke depan Kulonprogo memiliki kota baru. Pada awal 2019, Kota Wates sudah harus tertata dengan baik," kata Hasto, Kamis (9/8/2018).

Hasto mengungkapkan pembangunan kawasan pusat pemerintahan terpadu dilakukan menggunakan dana kas Desa Palihan sebesar Rp200 miliar. Dana itu bersumber dari ganti rugi tanah kas desa untuk relokasi warga terdampak pembangunan proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA). Sejauh ini dana tersebut belum dimanfaatkan. Menurut Hasto, daripada anggarannya tidak dimanfaatkan, lebih baik digunakan untuk membeli tanah dan membangun kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Kulonprogo terpadu. "Kami mohon dukungan dari legislatif," kata Hasto.

Wakil Ketua DPRD Kulonprogo, Ponimin Budi Hartono, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan kawasan pusat pemerintahan terpadu di luar Kota Wates. Pembangunan kawasan pusat pemerintahan terpadu di luar Kota Wates dan pengembangan Kota Wates adalah keniscayaan. Cepat atau lambat harus ada pembenahan Kota Wates dan pengembangunan pusat pemerintahan terpadu. Dalam pandangan Ponimin, kawasan pusat pemerintahan terpadu di luar Kota Wates akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan. "Ke depan, Kulonprogo menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, sehingga perlu disiapkan dari sekarang," ucapnya.