Belasan Hewan Kurban Sakit Ditemukan di Jogja

Petugas pemantau kesehatan hewan kurban Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja melakukan pemeriksaan kesehatan kambing di Jalan Pramuka, Jumat (9/8/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
10 Agustus 2018 15:50 WIB Salsabila Annisa Azmi Jogja Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA - Berdasarkan pemantauan kesehatan hewan kurban di hari pertama, ditemukan sebanyak 13 hewan kurban yang dikarantina karena sakit. Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja terus melakukan upaya jemput bola selama 10 hari pemantauan kesehatan hewan kurban.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Aladria, mengatakan 13 hewan kurban yang sakit tersebut dikarantina di belakang lapak penjualan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Jalan Pramuka. Hewan kurban yang sakit sudah ditemukan sejak sekitar lima hari sebelum pemeriksaan kesehatan.

"Ciri hewan kurban yang sakit kami lihat dari fisiknya. Kalau matanya berair, ada benjolan, hidung dan mulutnya berair berarti hewan itu stres atau sakit. Akan langsung kami karantina, sementara ada 13. Ada yang ketahuan hari ini, ada yang beberapa hari lalu," kata Aldria kepada Harianjogja.com, Jumat (9/8/2018).

Aldria mengatakan setelah pemeriksaan fisik dilakukan, petugas pemantau kesehatan akan membawa pulang sampel kotoran hewan kurban yang ada di sejumlah titik. Kotoran tersebut akan diperiksa di laboratorium untuk mencegah keluputan gejala penyakit yang tak terlihat pada fisik hewan kurban.

"Para pedagang juga sudah kami sosialisasikan soal gejala fisik dan tekstur kotoran hewan kurban yang sakit itu seperti apa, jadi ketika menemukan gejala bisa hubungi kami agar kami bisa langsung periksa," kata Aldria.

Aldria mengatakan pengobatan hewan kurban yang sakit dapat dilaksanakan di Klinik Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja atau dapat memanggil petugas pemantau kesehatan ke lapangan. Hewan kurban yang sakit akan mendapat perawatan khusus seperti pemberian suntik obat dan vitamin.

Ad Tokopedia