STTKD Dekatkan Dunia Pendidikan dengan Industri Penerbangan

Pejabat Eselon I Otban III Surabaya Israful saat memberikan materi di hadapan dosen dan staf kependidikan di STTKD, Kamis (9/8/2018). - Harian Jogja/Sunartono
10 Agustus 2018 06:50 WIB Sunartono Bantul Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, BANTUL- Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) menghadirkan sejumlah pakar dan praktisi dari lembaga serta industri penerbangan dalam kuliah umum bagi para dosen dan tenaga teknis di lingkungan kampus tersebut yang digelar, Kamis (9/8/2018). Kegiatan itu untuk mengupayakan link and match antara dunia pendidikan dengan industri penerbangan.

Wakil Ketua Bidang Akademik STTKD Erwin Imawan menjelaskan, kegiatan itu menghadirkan para praktisi penerbangan baik dari pembuat kebijakan maupun dari perusahaan penerbangan serta pengelola bandara.

Sharing ilmu dan pengalaman itu harapannya, dapat meningkatkan wawasan dosen dan staf kependidikan di STTKD sehingga bisa menjadi forum komunikasi antara perusahaan penerbangan dengan dunia pendidikan. "Sehingga apa yang dibutuhkan dunia penerbangan itu akan dipenuhi oleh dunia pendidikan sebagai penyedia lulusan, link and match kedua stakeholder itu bisa terjalin," terangnya di sela-sela kegiatan, Kamis.

Ia optimistis melalui kegiatan semacam itu, lulusan STTKD bisa sesuai dengan kebutuhan industri penerbangan. Mengingat tidak semua staf dan dosen di STTKD berasal dari dunia penerbangan, sehingga melalui forum itu mereka mendapatkan banyak pengetahuan fakta terbaru tentang penerbangan.

Mulai dari operasionalisasi bandara, perusahaan penerbangan hingga wilayah udara. "Kalau untuk dosen dan karyawan memang baru kali ini, karena lebih sering untuk taruna. Jadi dosen bisa update pengetahuan," katanya.

Erwin menambahkan, pertemuan ilmiah itu juga diharapkan menjadi titik awal revisi kurikulum jika dirasa tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Ia menyadari kelanjutan setiap kurikulum ada periode revisi, oleh waktu karena pesatnya perkembangan zaman. "Terkait kurikulum, beberapa waktu lalu kami juga mengundang beberapa stakeholder seperti alumni, perusahaan penerbangan dan pengelola bandar udara. Memang kurikulum di STTKD ada masa periodenya," kata dia.

Adapun narasumber yang dihadirkan antara lain pejabat dari Otoritas Bandara (Otban) III Surabaya, PT Garuda Indonesia, PT Angkasa Pura, Sriwijaya Air, PT GMF dan PT Gapura Angkasa. Pejabat Eselon I Otban III Surabaya Israful memberikan penjelasan tentang seluk beluk operasional Otban III Surabaya.

Antara lain terkait jumlah operator pesawat bagi pesawat niaga berjadwal ada 12 operator, niaga tidak terjadwal ada tujuh operator, kemudian ada dua operator pesawat non niaga, 10 operator pesawat asing dan delapan operator pendidikan penerbangan. Ia mengatakan, Otban III memiliki sejumlah fungsi pengawasan, mulai dari melakukan audit, inspeksi, pengamatan, pemantauan dan pengujian.

"Seperti uji coba atau test ini dilakukan secara terbuka dan tertutup terhadap upaya keamanan penerbangan dengan simulasi percobaan melawan hukum," katanya.

Ad Tokopedia