CICFA Bersiap Lahirkan SDM Penerbangan Bertaraf Internasional

Conrad Clifford saat mengisi seminar di Kampus CICFA Yogyakarta, Sabtu (11/8/2018). - Harian jogja/Sunartono
12 Agustus 2018 06:50 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Sebuah lembaga pelatihan bidang penerbangan, Cambridge International College For Aviation (CICFA) Yogyakarta siap melahirkan sumber daya manusia (SDM) bidang penerbangan bertaraf internasional. Seminar bertajuk Peluang Besar Berkarier di Dunia Penerbangan dihelat di kampus CICFA Yogyakarta, Jalan Embung Tambakboyo, Condongcatur, Depok, Sleman, Sabtu (11/8/2018).

Kepala Akademik CICFA Yogyakarta Anang Setyabudi menjelaskan, kegiatan seminar itu sekaligus launching kampus CICFA yang bergerak di bidang penerbangan. CICFA merupakan training resmi yang berlisensi International Air Transport Assoiciation (IATA) atau organisasi asosiasi transportasi udara internasional. Pihaknya menggandeng mitra internasional dengan sistem pembelajaran mengadopsi setara internasional. Berbeda dengan sistem SKS di Indonesia sehingga proses pembelajaran lebih fleksibel namun lebih efektif karena materi yang disampaikan cepat dipahami.

"Kami membuka tiga prodi, ada ground service operation layanan darat program setahun, flight atendant untuk pramugari pramugara delapan bulan dan travel and tourism atau biro perjalanan itu pendidikannya setahun juga," ucapnya di sela-sela seminar, Sabtu.

Ia mengatakan, untuk ijazah dari Indonesia disetarakan dengan pendidikan pelatihan. Tetapi ijazah yang dikeluarkan IATA akan disetarakan dengan Program Diploma. Menurutnya, CICFA menjadi satu-satunya lembaga pendidikan pelatihan penerbangan yang berlisensi IATA di DIY.

CICFA Yogyakarta merupakan kampus pusat di Indonesia, karena ada beberapa kampus di kota lain. Pihaknya melakukan pembatasan dengan hanya 70 peserta setiap tahun untuk menghasilkan kualitas lulusan yang mumpuni. Anang menegaskan, CICFA siap menghasilkan lulusan yang bermutu di bidang penerbangan dengan kualifikasi internasional.

"Beberapa kegiatan praktik dilakukan di luar negeri seperti di Malaysia. Karena peserta didik nanti mendapatkan ijazah dobel," katanya.

Tujuan seminar tersebut untuk memperkenalkan CICFA kepada masyarakat dan calon siswa. Ia menarget lulusan SMA/SMK untuk bisa bergabung dengan CICFA. Selain itu seminar juga ingin menggugah semangat generasi muda Indonesia, bahwa peluang karier di dunia penerbangan masih sangat terbuka lebar. "Peserta seminar perwakilan dari sekolah seluruh DIY," ujarnya.

Regionel Vice President Asia Pacific IATA Conrad Clifford dalam kesempatan itu menyampaikan besarnya peluang bekerja di dunia penerbangan. Saat ini kebutuhan SDM penerbangan terus meningkat, sehingga CICFA bisa menjadi pilihan untuk terjun ke dunia penerbangan. "Di Indonesia banyak bandara yang sedang dibangun ini akan butuh banyak SDM, selain itu pemilik lisensi internasional tidak hanya bisa bekerja di Indonesia tetapi juga di luar negeri," katanya.