Siswa Bolos, Jumlah Polisi di Sekolah Akan Ditambah

Ilustrasi pelajar bolos - JIBI
13 Agustus 2018 12:10 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY memastikan penanangan siswa yang membolos karena menonton sepak bola terus berlanjut dengan memberikan kewenangan penindakan kepada sekolah yang bersangkutan. Selain itu, jumlah polisi yang berjaga di tiap sekolah pun akan ditambah.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan pihaknya mencoba menambah personel dengan memaksimal dua polisi di setiap sekolah. Dua polisi tersebut diberikan kesempatan lebih leluasa agar dapat mendeteksi anak yang berpotensi ke arah kriminal. "Ini kami minta bantuan teman-teman kepolisian untuk melakukan itu," katanya, Sabtu (11/8/2018).

Selain itu, sekolah pun ia minta untuk memantau secara lebih ketat. Pasalnya dia meyakini ada sejumlah siswa yang aktif sebagai suporter sepak bola berpotensi terlibat dalam tindak kriminal, kendati jumlahnya memang tak banyak.

Untuk penanganan terhadap siswa macam itu, dia berharap sekolah menyediakan guru pendamping khusus. “Sekolah memang saya berikan kewenangan khusus untuk membina anak didiknya yang terbukti membolos. Kabarnya, sejumlah sekolah sudah memberikan sanksi kepada anak didiknya yang membolos dalam bentuk pembinaan,” ucap Aji.

Disinggung soal siswa yang membolos massal untuk menonton sepak bola saat PSIM menghadapi PSS Sleman 26 Juli lalu di Stadion Sultan Agung Bantul, dia memastikan sekolah sudah memberikan sankai peringatan kepada mereka. Sehingga sudah masuk ke dalam poin penilaian terkait sanksi.

"Kalau keterlibatan [pelajar] di kericuhan sejauh ini tidak ada, tetapi ketidakhadiran mereka [di sekolah] tentu akan menjadi catatan tersendiri," kata dia.

Untuk itu Aji mengimbau kepada sekolah agar guru turut menciptakan proses pembelajaran yang menarik sehingga siswa pun lebih memilih berada di sekolah ketimbang menonton sepak bola di stadion saat jam belajar. Sehingga. "Kami juga sudah meminta sekolah agar menciptakan suasana yang lebih kerasan bagi anak," ucap Aji.

Kepala SMK Muhammadiyah 3 Kota Jogja Suprihandono tak menampik ada siswanya yang ikut membolos saat laga Derbi DIY tersebut. Mereka pun diakui dia telah diberikan sanksi melalui pembinaan.
Para siswa tersebut diajak berfikir secara logika agar mereka memiliki kesadaran ke depan dalam menjalani hidup dengan tidak serta merta melupaka sekolah karena menonton bola. "Biar mereka juga punya cara pandang yang lebih logis, mungkin selama ini anak-anak itu tidak ada pengaruh yang logis-logis sehingga berbuat semaunya," ujar Suprihandono.

Seperti diketahui, saat Derbi DIY lalu, banyak siswa memilih membolos sekolah demi bisa menyaksikan pertandingan tersebut di stadion. Terkait dengan hal itu, Disdikpora DIY sudah meminta kepada Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) di masing-masing kabupaten/kota untuk mendata siswa yang membolos.