Hampir Semua Petani di Bantul Belum Punya Asuransi

Ilustrasi asuransi. - orixinsurance.com
13 Agustus 2018 08:10 WIB David Kurniawan Bantul Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul menyosialisasikan pentingnya petani mengikuti asuransi tani. Pasalnya hingga saat ini hampir semua petani di Bantul belum mengikuti asuransi.

Total jumlah petani di Bantul ada sekitar 112.000 orang. "Yang punya asuransi belum banyak baru puluhan," kata Kepala DP2KP Bantul, Pulung Haryadi, Sabtu (11/8/2018).

Pulung menyadari asuransi petani di Bantul belum diminati. Padahal, menurut dia, ada banyak keuntungan yang diperoleh petani dengan membayar Rp36.000 per sekali musim panen. Dengan premi tersebut petani akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp6 juta ketika terjadi gagal panen.

Ia mencontohkan kerugian ratusan juta yang dialami petani di pesisir pantai beberapa waktu lalu, tidak ada yang mendapat ganti rugi. Kerugian itu akibat luapan air laut yang pasang hingga menggenani lahan pertanian. Dalam catatan DP2KP Bantul ada sekitar 25 hektare lahan tanaman yang tergenang, 15 hektare di antaranya adalah tanaman bawang merah.

Pulung memastikan tidak ada bantuan kegagalan panen tersebut karena sebagian petani sudah memahami jika Agustus-September biasa terjadi gelombang pasang dan lahan pertanian sekitar terancam tergenang.

Pulung mengatakan petani bebas untuk mengikuti asuransi tani. Bahkan instansinya akan memfasilitasi bagi petani yang akan ikut asuransi. Dinas juga berupaya mengusulkan agar ada bantuan asuransi dari Pemerintah Pusat, seperti bantuan asuransi untuk nelayan. "Kami terus mendorong supaya petani memiliki jaminan untuk mengantisipasi gagal panen," ujar Pulung.

Sementara itu untuk meminimalisir kerugian akibat gagal panen, DP2KP Bantul juga berupaya merekayasa komoditas. Untuk tanaman yang rawan tergenang air laut seperti di pesisir pantai, nantinya akan diarahkan untuk menanam padi yang lebih tahan terkena genangan. Ia menjelaskan ada banyak varietas padi yang tahan terhadap genangan air asin. Sehingga jika terjadi genangan akibat laut pasang, kata dia, petani tidak merugi. Terutama mendekati bulan-bulan air laut pasang pada Agustus dan September.

Pulung menyadari keuntungan padi memang tidak seberapa dibandingkan dengan tanaman bawang merah. "Bawang untungnya tinggi tapi kalau sekalinya rugi ya tinggi juga ruginya," kata dia.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Parangtritis, Kadiso mengatakan selama ini belum pernah ada sosialisasi soal asuransi petani, sehingga dari 2.300 petani di Desa Parangtritis belum ikut asuransi. "Belum ada yang ikut asuransi karena memang belum ada sosialisasi," kata Kadiso.

Ad Tokopedia