Memprihatinkan, Tiang Lapuk, Rumah Milik Mbah Sapto Wiyono Ambruk

Kondisi rumah Sapto Wiyono di RT32/RW20 Dusun Pereng, Sendangsari, Pengasih yang runtuh, Rabu (15/8 - 2018).Ist/JIBI
15 Agustus 2018 21:15 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Tak ada hujan tak ada angin, rumah milik Sapto Wiyono di RT38/RW20 Dusun Pereng, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, mendadak roboh rata dengan tanah, Rabu (15/8/2018). Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB itu. Dari hasil pemeriksaan, diketahui rumah tersebut ambruk lantaran sejumlah tiang bangunan lapuk dimakan usia.

"Saat rumah ambruk saya sedang ngarit [mencari rumput untuk pakan ternak]. Saat pulang rumah sudah ambruk. Beruntung tidak ada orang di dalam rumah," kata Sapto Wiyono, 80. Akibat kejadian itu, seluruh perabotan yang ada di dalam rumah hancur. Diperkirakan kerugian akibat kejadian itu mencapai Rp10juta.

Kepala Dusun Pereng, Wahyudi, menyatakan rumah yang ditinggali Sapto Wiyono dan istrinya rencananya bakal direnovasi melalui program bedah rumah. Bahkan petugas dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo belum lama melakukan survei, melihat langsung kondisi rumah milik Sapto. "Selasa (14/8) sore petugas dari DPUPKP Kulonprogo datang meninjau rumah dan rencananya diusulkan dalam program bedah rumah pada 2019," katanya.

Menurut Wahyudi, selain rumah milik Sapto, ada 13 rumah lain di Dusun Pereng yang masuk kategori tidak layak huni. Pada 2018 ini baru delapan rumah yang bakal diperbaiki melalui program bedah rumah. "Kami berharap ada bantuan dari pemerintah maupun pihak swasta agar rumah Sapto Wiyono bisa kembali dibangun dan dihuni," katanya.

Rabu siang, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama PMI Kulonprogo dan warga sekitar langsung melakukan gotong royong membersihkan puing reruntuhan rumah. Bantuan berupa terpal dan logistik langsung diberikan kepada Sapto Wiyono.