Astaga...Sidang Paripurna HUT RI di DPRD Gunungkidul Justru Banyak Kursi Kosong

Kursi anggota dewan yang kosong saat pidato kenegaraan presiden di DPRD Gunungkidul, Kamis (16/8/2018). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
16 Agustus 2018 17:50 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Sejumlah anggota dewan tidak menghadiri sidang paripurna istimewa yang sekaligus pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam rangka HUT RI ke-73 yang ditampilkan melalui layar proyektor di Gedung DPRD Gunungkidul, Kamis (16/8/2018).

Dari pantauan Harianjogja.com, sidang yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, tersebut dipimpin Plt Ketua DPRD Gunungkidul Supriyadi. Nampak juga dihadiri Bupati Gunungkidul Badingah, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi, sejumlah kepala OPD dan Forkompinda. Hadir juga Ketua DPRD non aktif, Suharno. Namun justru sebagian kursi anggota dewan kosong.

Suharno mengaku prihatin dengan rendahnya tingkat kehadiran mantan koleganya. "Saya saja yang sudah ada plt nya berangkat, karena saya masih mendapatkan gaji sebagai bentuk tanggung jawab," katanya.

Mantan politis PDIP yang pindah ke Nasdem ini menambahkan anggota DPRD harusnya ikut hadir dan mendengarkan pidato kenegaraan tersebut. "Saya prihatin sekali, semoga nanti sore [sidang lanjutan] bisa hadir," imbuhnya.

Salah satu anggota DPRD Gunungkidul yang hadir Anton Supriyadi mengatakan dari penghitungan dirinya, jumlah anggota dewan yang berjumlah 45 orang, yang hadir sekitar 25 orang. "Tadi saya hitung kurang lebih ada 25 orang, lainnya enggak tau kemana,"ujarnya.

Sementara itu Sekretaris DPRD Gunungkidul, Agus Hartadi mengakui ketidakhadiran sejumlah anggota dewan. Adapun pihaknya telah mengingatkan Ketua Badan Kehormatan terkait hal tersebut.

Agus mengatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan terkait kedisiplinan anggota dewan. Adapun langkah yang akan diambil hanya sebatas mengimbau untuk hadir. "Saya sudah sampaikan ke BK sekwan tidak punya kapasitas apa-apa," imbuh dia.