Prawiro Coffee Festival Libatkan Lebih dari 100 Kopi Nusantara

Suasana Prawiro Coffee Festival, Kamis (16/8/2018). - Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara
17 Agustus 2018 07:50 WIB Rheisnayu Cyntara Jogja Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA- Prawiro Coffee Festival yang melibatkan lebih dari 100 tenant kopi dari seluruh Nusantara berlangsung meriah. Perhelatan akbar komunitas pencinta kopi ini diselenggarakan pada Kamis (16/8/2018) di sepanjang Jalan Prawirotaman 2.

Ketua Panitia, Anggi Dita mengatakan Prawiro Coffee Festival kali ini merupakan yang kedua kalinya diadakan. Berbeda dengan perhelatan sebelumnya, Prawiro Coffee Festival kini lebih meriah. Pasalnya jika tahun sebelumnya hanya melibatkan 40 tenant kopi dari Jateng dan DIY, kali ini ada lebih dari 100 tenant kopi dari seluruh Nusantara yang ikut serta meramaikan acara tahunan ini. "Setiap tenant rata-rata menyediakan 100 cup. Artinya ada lebih dari 10.000 cup kopi gratis yang kami bagikan," katanya.

Anggi menyebut Prawiro Coffee Festival kedua ini sengaja diselenggarakan sehari sebelum perayaan HUT kemerdekaan RI ke-73. Hal itu menurutnya merupakan salah satu bentuk partisipasi para komunitas pencinta kopi untuk meramaikan kemerdekaan dengan hal yang positif. Maka dalam Prawiro Coffee Festival ini tak hanya berkutat pada pembagian ribuan cup kopi gratis tetapi juga diisi berbagai macam kegiatan. Seperti diskusi kopi, fun cupping, pembagian kopi gratis, tirakatan desa menyambut 17 Agustus, penampilan band, dan juga ketoprak.

"Kami berharap melalui kegiatan ini, pesan komunitas tentang kopi dapat tersampaikan. Maka kami berikan edukasi tentang bagaimana cara minum kopi sehat. Selain itu, kami ingin Prawiro Coffee Festival ini bisa jadi destinasi wisata baru dan mengangkat potensi kopi nusantara yang belum diketahui masyarakat luas," katanya.

Hal itulah yang dilakukan salah satu peserta Prawiro Coffee Festival, Ferroza. Oza yang membawa merk Kopi Pacewetan tersebut berusaha mengenalkan kopi asal Kecamatan Nawangan, Pacitan, Jawa Timur yang kini makin sulit dicari. Oza menjelaskan kopi jenis robusta yang ia bawa sedikit berbeda. Jika robusta dominan dengan rasa pahit, Kopi Pacewetan malah didominasi rasa jeruk.

"Nawangan ini memang sentra jeruk di Pacitan. Hasil jeruknya bahkan berhasil masuk ke retail-retail besar. Nah rasa jeruk robusta ini berasal dari tanah Nawangan. Sayangnya kopi ini juga makin susah dicari karena sekarang lahannya mulai ditanami cengkih. Maka kami ingin mengenalkannya di event ini," tuturnya.

Oza menambahkan produk yang ia bawa langsung dari tangan petani. Pengolahan biji kopi hingga siap dijual pun ia tangani sendiri. Bahkan ia telah memiliki satu Gubug Kopi Pecewetan di Pacitan Kota daeri usaha yang telah dimulainya sejak tiga tahun yang lalu itu. "Sudah sering juga ikut festival semacam ini. Malioboro, Budi Luhur, KAI. Kalau ikut Prawiro Coffee Festival sudah kedua kalinya ini," imbuhnya.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia