STPMD "APMD" Jogja Tekankan Pentingnya Tata Kelola Desa

Perangkat desa, dosen dan mahasiswa STPMD "APMD" Jogja dalam kegiatan KKN Periode 51 di Desa Dadapayu Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul. - Ist
22 Agustus 2018 06:50 WIB Bhekti Suryani Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Jogja mendorong agar warga dan pemangku kepentingan lebih memahami tata kelola desa untuk mencapai kesejahteraan masyarakat lokal.

Kesadaran berdesa harus dimulai dari pengembangan pikiran dan tindakan semua pemangku kepentingan desa untuk maju.
Gerakan sosial ini bertumpu pada tradisi serta nilai-nilai kearifan lokal.

Dalam kenyataannya, meskipun UU No. 6/2014 Tentang Desa sudah empat tahun berjalan, namun pemahaman masyarakat tentang tradisi berdesa belum tumbuh secara baik.

Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Jogja dalam program KKN Periode 51 di Desa Dadapayu Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul, mengadakan debat bertajuk Pentingnya Pemahaman Perangkat Desa Khususnya Dukuh Terhadap Tata Kelola Desa untuk Mewujudkan Kesejahteraan Warga Masyarakat.

"Ada potensi yang dimiliki pedukuhan yang perlu dikelola secara baik,agar kesadaran berdesa yang baru mampu menjadi lokomotif pemerintahan, pembangunan. Pemberdayaan masyarakat dan kehidupan kemasyarakatan yang berbasis pada nilai-nilai lokal yang selaras dengan proses demokratisasi desa," kata Dosen STPMD "APMD' Jogja Jaka Triwidaryanta, melalui rilis, Selasa (21/8/2018).

Salah satu peserta debat Suhatini menyatakan,pentingnya pendampingan kepada dukuh untuk penguatan tata kelola desa. “Bahwa pedukuhan sebagai basis proses pembangunan yang demokratis haruslah didampingi pihak yang kompeten agar para dukuh tidak sendirian melakukan transformasi berdesa guna mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat," ujar dia.

Inisiasi kegiatan ini dilakukan oleh dosen-dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD” Jogja antara lain Jaka Triwidaryanta,dan Analius Giawa. Para dosen dan mahasiswa KKN mendorong penguatan kapasitas para dukuh di Desa Dadapayu Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul dalam memetakan persoalan dan potensi-potensi guna pengembangan kapasitas institusi pedukuhan.

Kegiatan ini merupakan pintu masuk bagi STPMD “APMD” Jogja yang selama ini fokus pada gerakan “Dari Desa Kita Selamatkan Indonesia”.

Tindak lanjut dari debat terkait dengan UU No.6/2014 ini akan direalisasikan melalui penguatan kapasitas institusi desa dan warga dalam bentuk riset, pendampingan dari para dosen maupun praktikum mahasiswa. Tujuannya membangun sinergi antara Desa Dadapayu dengan STPMD “APMD” Jogja, seperti yang diharapkan Kepala Desa Dadapayu, Jumadi di balai desa setempat. (*)