Duh, Proyek Embung Dadapayu di Gunungkidul Terancam Batal

Ilustrasi embung. - Antara
23 Agustus 2018 17:20 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tak hanya belum jelas, rencana pembangunan embung raksasa di Desa Dadapayu, Semanu, Gunungkidul untuk menanggulangi kekeringan di beberapa kecamatan yang ada di Bumi Handayani bahkan terancam gagal.

Pasalnya, rencana tersebut ternyata tidak masuk ke dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS). "Setahu saya dalam pembahasan KUA-PPAS kemarin tidak menyinggung Embung Semanu," kata anggota Komisi C DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto kepada Harianjogja.com, Kamis (23/8/2018).

Disinggung soal batal tidaknya rencana tersebut, Ari belum bisa memastikan. Pasalnya rapat pembahasan APBD 2019 belum dimulai. Meski begitu, Ari berharap jika adanya embung bisa bermanfaat untuk masyarakat luas, maka pihaknya setuju dan mendukung langkah tersebut. Namun jika lebih ada yang menjadi prioritas, Ari mengaku para angota dewan tidak akan memksakan.

"Semua kan tergantung skala prioritasnya seperti apa, ada yang lebih darurat atau tidak, itu juga buat pertimbangan, seperti BPJS yang belum semua masyarakat menerima, infrastruktur jalan yang juga belum merata," kata dia.

Sebelumnya, Suharno saat masih aktif menjabat sebagai Ketua DPRD Gunungkidul mengatakan belum masuknya rencana pembangunan embung ke KUA-PPAS membuat Pemkab Gunungkidul tidak berani untuk segera merealisasikan rencana tersebut. Padahal pihaknya telah mengajukan anggaran Rp8 milliar, namun baru turun Rp3 milliar untuk pembebasan lahan.

Suharno menekankan proyek tersebut harusnya bisa dimasukkan ke anggaran perubahan agar bisa direalisasikan tahun ini. "Proposal untuk pembebasan lahan telah disodorkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan saat ini Pemerintah Pusat masih menunggu tindak lanjut pemkab," kata dia.