Di Gunungkidul, Euforia Asian Games Dikalahkan Lomba 17 Agustusan

Suasana toko olahraga Garuda di Wonosari, Selasa (28/8/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
28 Agustus 2018 14:20 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Euforia Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang tak sampai ke daerah. Salah satu buktinya adalah tak adanya geliat menonjol dari penjualan alat-alat olahraga, tak terkecuali di Gunungkidul.

Pemilik toko olahraga Garuda, Wonosari, Gunungkidul Heri Wibowo mengatakan pesta olahraga terbesar se-Asia itu dinilai tidak begitu pengaruh terhadap penjualan alat olahraga di tempatnya.

Menurut Heri justru peningkatan penjualan dipengaruhi event lomba-lomba yang diadakan di desa, saat menyambut HUT ke-73 RI lalu. “Tidak ada pengaruhnya Asian games kali ini, justru lomba-lomba peringatan 17 Agustus yang mempengaruhi penjualan,” ujar Heri Selasa (28/8/2018).

Penjualan alat-alat olahraga yang sangat berpengaruh yaitu alat-alat olahraga voli. Menurut dia peningkatan penjualannya hampir 100% dibanding hari biasa. “Mulai dari bola sampai seragam voli laris kemarin peningkatannya banyak sekali dibanding hari biasa. Mungkin kalau Asian Games jatuh bukan di Agustus ini, saya rasa berpengaruh juga terhadap penjualan alat olahraga. Kalau berbarengan dengan event tujuhbelasan ini jadi kurang terlihat peningkatannya,” kata Heri.

Senada, penjaga toko Metra Sport Wonosari, Marwanto juga menganggap gelaran Asian Games kali ini tidak begitu dirasakan dampaknya oleh penjual alat olahraga. Menurut dia event lomba HUT ke-73 RI justru yang berpengaruh besar.

Adanya lomba tersebut meningkatkan pendapatan toko olahraga tersebut. “Event lomba 17 Agustus justru yang berpengaruh. Seperti penjualan kostim voli, perbaikan senar badminton juga meningkat. Itu yang paling banyak diminati di Gunungkidul,” kata dia.