UII Sumbangkan Hibah dan Berbagi Pengetahuan tentang Tumbuh Kembang Anak

Suasana evaluasi program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan para dosen Universitas Islam Indonesia di Kelompok Belajar Rumah Anak Pintar Islami (KB RAPI), Jumat (31/8/2018). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
01 September 2018 05:50 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Tim hibah Universitas Islam Indonesia (UII) menutup kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menyumbangkan seperangkat alat teknologi dan mainan anak untuk Kelompok Bermain Rumah Anak Pintar Islami (KB RAPI). Selain itu mereka juga melakukan evaluasi atas materi pembelajaran tumbuh kembang anak yang sudah disampaikan selama empat bulan.

Salah satu tim yang merupakan Dosen Program Studi Psikologi UII Resnia Novitasari mengatakan satu tim terdiri dari tiga dosen yang berasal dari Prodi Psikologi dan Prodi Bahasa Inggris UII. Tahun lalu tim ini mengajukan program hibah pengabdian kepada masyarakat dengan skema Program Kemitraan Masyarakat dari Dikti.

Dan pada 2018 ini tim mulai mengimplementasikan program kepada dua lembaga pendidikan yaitu Kelompok Belajar (KB) Rumah Anak Pintar Islami (RAPI) di Palgading RT 5 RW 2 Minomartani, Ngaglik dan KB Smart Child Al-Mubarrak di Jetis Baran, Ngaglik.

Dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki masing-masing anggota tim, para dosen memberikan materi seputar peningkatan kompetensi pedagogik (cara merancang pembelajaran anak sesuai tahapan tumbuh kembang anak) bagi pendidik di lembaga tersebut.

"Program yang kami lakukan ada seksi tumbuh kembang anak dan gangguan perkembangan, pengembangan aktivitas belajar, dan literasi teknologi informasi sebagai sumber belajar," tuturnya pada Harianjogja.com, Jumat (31/8/2018). Nantinya juga akan ada materi kurikulum dan evaluasi dengan menghadirkan praktisi PAUD di level nasional.

Resnia mengakui bahwa tidak semua pendidikan di KB/PAUD memiliki latar belakang S-1 Paud. Ada yang dari kader Posyandu, ada dari walisiswa yang tertarik dengan dunia anak, ada pula dari latar belakang D3 dan S1 tetapi bukan jurusan Paud. Harapannya melalui penyampaian materi tersebut tetap mampu menambah pengetahuan dan kompetensi bagi para pendidik.

Sementara Kepala Sekolah KB RAPI Ulin Ni'mah mengatakan hibah UII tersebut sangat bermanfaat untuk mempercepat visi sekolah yaitu Smart Dayaqu yaitu mencakup sehat, mandiri, kreatif, berbudaya, dan qurani. "Materi itu merefresh kita kembali. Karena sebagai pendidik kami juga sudah mendapat diklat dasar [dari Himpaudi dan Dinas Pendidikan], jadi ini refreshment," tutur Ulin.

Menurutnya program tersebut membuat pihak sekolah merasa diperhatikan dan diakui sebagai lembaga pendidikan sehingga menambah semangat baru bagi para pendidik. Begitu pula dengan fasilitas yang masih swadaya, bantuan yang diberikan membuat proses belajar-mengajar menjadi lebih kondusif.

Pihaknya mengakui jika kendala yang dirasakan para pendidik adalah latar belakang pendidikan para pendidik yang tidak sesuai dengan bidang yang diampu. Namun dengan pertemuan Himpaudi yang digelar setiap bulan dan di situ disisipkan materi pembelajaran anak, ada yang bisa diserap oleh para pendidik.

Dalam kesempatan itu, tim hibah UII menyerahkan sejumlah bantuan berupa laptop, modem, printer, dan perlengkapan bermain yang belum tersedia di KB RAPI.