Bangun Pengalaman Bertoleransi Anak Sejak Dini

Ribuan anak-anak mengikuti kegiatan Srawung Bocah sebagai bagian acara memperingati Jubilee 100 tahun Carolus Boromeus (CB) di Indonesia, di Komplek Syantikara, jalan Colombo Jogja, Minggu (2/9/2018). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
03 September 2018 05:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Sekitar 1.200 anak mengikuti kegiatan Srawung Bocah sebagai bagian acara memperingati Jubilee 100 tahun Carolus Boromeus (CB) di Indonesia, Minggu (2/9/2018) di Komplekx Syantikara, jalan Colombo Jogja. Dalam kegiatan ini, para suster CB bekerja sama dengan komunitas-komunitas lintas iman.

Ketua Panitia Srawung Bocah Mariyati mengatakan sejumlah komunitas yang ikut serta dalam kegiatan ini seperti Srikandi Lintas Iman (Srili), Fatayat NU, Gusdurian, mahasiswa yang ada di sejumlah perguruan tinggi di Jogja dan warga sekitar. Suster Carolus Borromeus merupakan sebuah komunitas para suster yang memberi pelayanan dalam berbagai bidang pendidikan, kesehatan, pastoral, dan sosial.

“Untuk pesertanya selain dari keluarga suster CB, juga berasal dari sejumlah wilayah di DIY. Kami juga melibatkan siswa siswi SD sekitar. Mereka berasal dari lintas iman,” katanya di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan lintas iman tersebut bertujuan untuk membangun toleransi sejak dini. Jika keharmonisan antarkepercayaan bisa terbangun sejak dini, katanya, maka ke depan akan terjalin dan terbangun persaudaraan lintas iman. Tak salah jika tema kegiatan yang diangkat, Kita Bangun Saudara bertujuan agar generasi penerus bisa membangun kesadaran dan kepeduliannya untuk meneruskan jejaring lintas iman.

Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dibaur untuk saling mengenal dan saling berdinamika. Selain bermain dan bergembira, anak-anak juga saling diajak berkomunikasi, menghargai, melatih kerja sama untuk semakin mempererat persaudaraan satu sama lain. “Dengan pengalaman langsung, berinteraksi dengan sebayanya yang tidak seiman, anak-anak bisa merekam pengalaman itu hingga dewasa. Bagaimana indahnya hidup rukun dan bertoleransi,” katanya.

Kegiatan Srawung Bocah dibuka langsung oleh Sr. Yustina Wiwiek Iswanti selaku Pemimpin Suster-Suster Cinta Kasih St. Carolus Borromeus Indonesia. Sebelumnya, para pemuka agama lintas iman seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha mengawali kegiatan tersebut dengan doa bersama.

“Kami berharap dengan Srawung Bocah ini, isu-isu terkait intoleransi dan radikalisasi agama lama-lama semakin hilang. Jogja menjadi salah satu contoh kota yang menjunjung toleransi,” katanya.

Lily, salah satu anak yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku senang. Selain banyak permainan yang digelar juga menambah teman dan pengalaman baru. “Kegiatan ini sangat menarik dan saya punya teman baru. Rasanya juga senang bisa terlibat,” kata warga Terban Gondokusuman itu.