Kekurangan Pengajar, Sanata Dharma Didik 100 Calon Guru Kabupaten Mappi, Papua

Ilustrasi Guru
12 September 2018 05:50 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Jumlah guru di Kabupaten Mappi, Papua, belum mencapai angka yang ideal, bahkan cenderungan kurang. Terkait hal tersebut, Universitas Sanata Dharma (USD) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mappi mendidik 100 putra dan putri daerah menjadi calon tenaga pendidik, yang diharapkan bisa menjadi solusi dari kurangnya jumlah guru di wilayah tersebut.

"Lalu berdasarkan pengalaman, tidak mudah mendatangkan guru ke Papua untuk bisa melayani dalam jangka waktu yang panjang. Maka cara yang paling baik adalah mendidik putra daerah. Rencananya, selama tiga tahun ada 100 pemuda dan pemudi Mappi dididik di USD," ujar Rektor USD Johanes Eka Priyatma di sela-sela kuliah bagi mahasiswa asal Mappi, Senin (10/9/2018), di Kampus 5 USD.

Penerimaan 100 mahasiswa asal Mappi merupakan buah dari permintaan Pemkab setempat. Diharapkan, nantinya akan lahir guru-guru permanen yang bisa memperbaiki kualitas pendidikan di Mappi. Johanes Eka mengatakan, para mahasiswa itu akan dididik dengan khusus. Selama setahun mereka akan mengikuti program matrikulasi, ditempatkan dalam sebuah asrama dan dengan pendampingan khusus.

Setelah menjalani pendidikan khusus selama setahun, para mahasiswa asal Mappi diharapkan sudah siap berinteraksi dengan mahasiswa lainnya. "Syaratnya hanya satu, yakni mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh," kata Johanes Eka kepada para mahasiswa.

Johanes Eka mengatakan, USD sudah pernah memberikan pendampingan bagi beberapa mahasiswa dari daerah pinggiran, tapi pendampingan dengan jumlah yang cukup besar baru dilakukan pertama kali.

"Permintaan [dari Pemkab Mappi] tidak mungkin kami tolak karena kami ingin mengembangkan SDM di wilayah-wilayah yang mungkin pihak lain kurang perhatikan," jelas Johanes.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Mappi Ignasius Bagaga mengatakan, proyek kerja sama dengan USD merupakan hasil dari keinginan Bupati setempat yang ingin menambah jumlah guru di Mappi. Sebelum memberangkatkan para putra dan putri daerah, pihaknya melakukan seleksi. Ada 300 orang yang mengikuti tahapan seleksi.

"Selain guru, kami juga akan rekrut calon mahsiswa untuk dijadikan tenaga medis. Kami akan kerja sama dengan salah satu universitas," kata Bagaga.

Kepada para mahasiswa asal Mappi, Bagaga berharap mereka bisa sungguh-sungguh mengikuti setiap proses belajar. Sebab, tujuan utama datang ke USD adalah mencari ilmu, bukan untuk jalan-jalan atau "sekedar ramai-ramai".

Bagi setiap mahasiswa dipatok target meraih IPK minimal 2,5. "Bila perlu 3 sekian. Itu harapan kami dan orang tua kalian. Banyak yang sudah kami sampaikan. Sekarang tergantung kalian. Yang penting adalah niat baik. Itu saja," kata Bagaga kepada para mahasiswa.