Dinas Kebudayaan Bantul Manfaatkan Danais untuk Program Sastra Sejarah

Ilustrasi dana. - Bisnis Indonesia/Dwi Prasetya
12 September 2018 06:10 WIB Salsabila Annisa Azmi Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Serapan dana keistimewaan (danais) Dinas Kebudayaan Bantul mencapai 63,9% untuk kegiatan pembagunan fisik dan non fisik. Serapan danais juga digunakan untuk program pembangunan nonfisik berupa lawatan sejarah dan perlombaan di tingkat SD dan SMP.

Kepala Bidang Sejarah, Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul Dahroni mengatakan beberapa bulan lalu telah dilaksanakan lawatan sejarah ke beberapa tempat wisata. Beberapa di antaranya adalah Makam Raja Kotagede dan Cagar Budaya Pleret. Kegiatan tersebut dikhususkan untuk siswa SD dan SMP. "Namun kuotanya masih terbatas, hanya 300 orang untuk SD dan 500 untuk SMP," kata Dahroni, Senin (10/9/2018).

Dahroni mengatakan selain untuk lawatan sejarah, danais juga dimaksimalkan untuk perlombaan menulis cerita pendek tentang perjalanan siswa dalam lawatan sejarah. Program tersebut bertujuan untuk mengembangkan wisata sejarah sekaligus meningkatkan pengetahuan siswa tentang sejarah di Bantul.

Namun Dahroni mengatakan belum seluruh sekolah bersedia mengalokasikan waktu study tour ke tempat-tempat bersejarah di Bantul. Oleh karena itu, pihaknya harus menggaet siswa melalui satu guru untuk menawarkan kuota lawatan sejarah.

Dahroni mengatakan harapannya dengan alokasi danais melalui program pelestarian sejarah tersebut, sekolah-sekolah dapat mendukung kegiatan study tour. "Misalnya wisata ke tempat sejarah di Bantul, kalau bisa wisata di dalam sini dulu, baru nanti kalau sudah SMA wisatanya ke luar kota," kata Dahroni.

Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Sunarto mengatakan pada2018 Dinas Kebudayaan mendapat danais sebesar Rp11,8 miliar. Serapan hingga 31 Agustus 2018 telah mencapai 63,9%. "Salah satunya kami alokasikan untuk berbagai perlombaan cerita pendek, para juara mendapat apresiasi juga diambilkan dari dana tersebut," kata Sunarto.

Sunarto mengatakan untuk perlombaan cerita pendek hasil dari kunjungan lawatan sejarah, pihaknya mengalokasikan Rp60 juta untuk tahun ini. Sunarto mengatakan masih banyak perlombaan sastra sejarah yang akan diselenggarakan mengingat program sastra sejarah baru tahun ini dilaksanakan.