Bawaslu Sleman Masih Temukan 9.640 Data Pemilih Ganda

Ilustrasi Pemilu - JIBI
12 September 2018 20:15 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman mencatat temuan 9.640 data pemilih ganda dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Bawaslu telah melaporkan temuan itu ke KPU Sleman untuk ditindaklanjuti.

Ketua Bawaslu Sleman, Abdul Karim Mustofa, mengatakan jajarannya sudah memberikan laporan kepada KPU Sleman terkait dengan temuan 9.640 data pemilih ganda dalam DPT. "Dari 9.640 dikerucutkan lagi dalam tiga komponen yang sama yaitu nomor induk kependudukan [NIK], nama, dan tanggal lahir, hingga ketika dikerucutkan lagi, ada 2.922 data yang sama," kata Karim, Rabu (12/9/2018).

Karim mengaku sudah menyerahkan temuannya kepada KPU Sleman pada Senin (10/9/2018). "Tinggal nanti lihat penetapan DPT baru dari KPU," ujar Karim.

Menurut Karim Bawaslu juga menemukan adanya data dalam satu desa yaitu Desa Sumbersari, Kecamatan Moyudan, terdapat 40 data pemilih yang sama persis. Menurutnya hal tersebut bisa terjadi karena kesalahan teknis petugas yang menyeret data ke bawah. Ada juga seorang anggota TNI yang masuk pada DPT dan 88 orang meninggal dunia yang masih masuk DPT. "Semuanya sudah disampaikan ke KPU Sleman, tinggal divalidasi," kata Karim.

KPU Sleman direncanakan akan menetapkan kembali DPT pada Jumat (15/9). Sebelumnya KPU Sleman menetapkan total 767.116 DPT pada Selasa (21/8/2018).

"Pada daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) dicoret 9.519 nama dan menjadi DPT," kata Ketua KPU Sleman Ahmad Shidqi. Pencoretan tersebut dilakukan setelah menerima masukan dari masyarakat terkait adanya calon pemilih yang pindah domisili ataupun meninggal dunia.