Mahasiswa Baru STIM YKPN Diajak Mengenal Budaya Jogja

Pemakaian jaket almamater dan penyerahan kartu mahasiswa secara simbolis oleh Ketua STIM YKPN, Bambang Susilo dan perwakilan mahasiswa baru STIM YKPN, Kamis (13/9/2018). - Harian Jogja/ Laurensia Dewi Soetanto
13 September 2018 23:50 WIB Laurensia Dewi (M117) Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pembukaan Orientasi Kegiatan Akademik (OKA) Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) YKPN dan Kuliah Umum mahasiswa baru tahun ajaran 2018/2019 mengangkat tema Be A Smart Enterpreneur and Great Leader. Acara ini digelar Kamis, (13/9/2018).

OKA akan berlangsung selama dua hari yang terdiri dari upacara penerimaan mahasiswa, pemberian beasiswa, bimbingan pengisian rencana studi, senam bersama, Jogja Istimewa, dan berbagai kegiatan lain.

Mahasiswa baru STIM YKPN berasal dari 22 provinsi dari seluruh Indonesia dengan persentase 42% dari DIY dan sisanya 68% dari luar DIY.

“Boleh saya katakan bahwa saudara adalah miniatur Indonesia. Saudara perlu menyesuaikan diri terutama yang dari luar dengan budaya dan tata krama yang ada di Jogja, sopan santun, tata tertib kemudian juga bagaimana bersikap baik di kampus, di lingkungan tempat tinggal, di jalan raya, tempat umum,”, tutur Ketua STIM YKPN, Bambang Susilo, Kamis.

Guna mengenalkan kebudayaan yang ada di Jogja, STIM YKPN mengadakan kegiatan Jogja Istimewa. Melalui kegiatan ini para mahasiswa diajak mencicipi segala jenis makanan tradisional yang ada di Jogja dan diberikan materi mengenai tata krama budaya Jogja.

Sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar yang akan dimulai pada Senin (17/9/2018), para mahasiswa baru juga diberikan pembekalan terkait dengan sistem perkuliahan yang serba online.

Mulai dari pengisian KRS, menggunakan portal akademik, dan lain-lain. STIM YKPN sudah menerapkan program paperless sehingga tidak ada lagi dosen yang memberikan materi secara cetak.

Selain itu, STIM YKPN juga sudah menerapkan prinsip student center learning, di mana kegiatan belajar mengajar sebagian besar ada di pundak mahasiswa.

Kampus dan dosen hanya menjadi fasilitator yang bertugas memberikan arahan, kemudian mahasiswa yang akan aktif untuk mencari sendiri materi yang dibutuhkan.

“Proses belajar mengajar di kampus, yang tentunya berbeda dengan proses belajar di SLTA/SMA/SMK. Tidak lagi diberi materi, didikte," lanjut Bambang.

Dikatakannya, STIM YKPN selalu berbenah diri, meningkatkan fasilitas-fasilitas yang ada di kampus untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Ada dua kegiatan utama yang akan dijalani oleh para mahasiswa, yaitu kegiatan perkuliahan dan ekstrakurikuler yang diwadahi oleh 14 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Mahasiswa baru diimbau untuk aktif dan wajib mengikuti minimal satu kegiatan UKM dalam rangka mengingkatkan softskill dan hardskill sebagai bekal setelah lulus nanti.

“Terasa sekali oleh para alumni bahwa mereka yang aktif di organisasi setelah lulus kariernya cepat sekali naik, hardskill dan softskill dua-duanya penting. Dikampus dua-duanya dikembangkan dengan baik," ujar dia.

Upcara pembukaan OKA juga dimanfaatkan pihak STIM YKPN untuk menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa kurang mampu namun berprestasi. Beasiswa yang diberikan ada dua jenis yaitu Bidik Misi dan CSR. Sebanyak 16 mahasiswa baru menerima beasiswa Bidik Misi dan 18 mahasiswa menerima beasiswa CSR dari berbagai daerah di Indonesia.