Anak Raja Jogja, GKR Bendara Mengaku Tak Gelar Upacara Mitoni di Hamil Anak Kedua

GKR Bendara. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
14 September 2018 20:50 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- GKR Bendara, putri bungsu Raja Kraton Jogja Sri Sultan HB X kini tengah mengandung anak kedua.

Disinggung soal kehamilannya, Bendara mengaku jika usia kandungan anak keduanya saat ini enam bulan. Tidak ada kiat khusus yang dilakukan selain menjaga kesehatan diri dan bayinya. Termasuk tidak ikut senam ibu hamil.

"Beraktivitas seperti ini bagian dari olahraga. Sampai saat ini tidak pernah ngidam," ujarnya di sela-sela peluncuran wahana edukatif Jejak Nutrisi Sarihusada Generasi Mahardika di Taman Pintar Jogja, Jumat (14/9/2018).

GKR Bendara mengatakan, berbeda dengan anak pertama, untuk anak kedua yang dikandungnya saat ini tidak ada perayaan mitoni yang digelar. Yakni serangkaian upacara adat Jawa yang dilakukan pada bulan ketujuh kehamilan untuk memohon keselamatan dan pertolongan kepada Tuhan agar segala sesuatunya lancar, baik si bayi di dalam kandungan maupun sang ibu dari bayi tersebut.

Meski begitu kata dia, pada usia kandungan bulan ketujuh, keluarga tetap akan melakukan doa bersama sebagai rasa syukur atas anugerah tersebut. "Laki-laki atau perempuan [yang lahir] tetap kami syukuri karena itu adalah anugerah," katanya.

Sementara itu pada acara peluncuran wahana edukatif Jejak Nutrisi Sarihusada Generasi Mahardika di Taman Pintar Jogja para ibu dituntut terus memerhatikan nutrisi anak-anaknya. Hal itu dinilai penting agar proses tumbuh kembang anak bisa berjalan secara optimal.

Taman Pintar di Jogja, misalnya, memiliki misi untuk membantu mencerdaskan anak-anak agar dapat tumbuh pintar, mandiri dan bisa bersosialisasi dengan baik.

"Sarana bermain dan belajar juga dibutuhkan oleh anak-anak untuk menunjang tumbuh kembangnya. Terutama permainan-permainan yang melibatkan interaksi positif bagi anak," kata GKR Bendara.

Pemenuhan nutrisi pada anak, kata Bendara tidak selalu harus mengeluarkan biaya yang mahal. Untuk konsumsi ikan misalnya, tidak harus dengan ikan salmon. "Ibu bisa memberi ikan lele, dan ikan ikan lainnya. Yang jelas, pemenuhan nutrisi pada anak tidak harus mahal ya," ujarnya.

Digital Community Social Project Manager Danone ELN Indonesia Talitha Andini Prameswari mengatakan Wahana Jejak Nutrisi di Taman Pintar menyerupai proses pembuatan pabrik susu Sarihusada.

Wahana itu berisi permainan untuk mengasah lima potensi prestasi anak agar tumbuh tinggi dan kuat, percaya diri, cerdas kreatif, mandiri dan supel melalui pengalaman interaktif. "Kami ingin anak-anak mampu mengembangkan lima potensi prestasi anak itu," katanya.