Jokowi Ogah Pakai Istilah Emak-Emak, Baginya Wanita adalah Ibu Bangsa

Presiden Joko Widodo saat membuka Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia di Hotel Grand Inna Malioboro, Jogja, Jumat (14/9/2018). - Harian Jogja/Sunartono
14 September 2018 21:17 WIB Sunartono Jogja Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA - Presiden Joko Widodo sepakat penyebutan wanita sebagai ibu bangsa ketimbang menggunakan istilah emak-emak. Karena ibu bangsa memiliki peran penting dalam mendidik generasi penerus bangsa. Hal itu diutarakan dalam pembukaan Sidang Umum ke-35 International Council of Women (ICW) dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia di Hotel Grand Inna Malioboro, Jogja, Jumat (14/9/2018) sore.

Seperti biasa di awal sambutan Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara besar dan persatuan kesatuan menjadi aset utama. Sehingga harus dijaga secara bersama-sama, karena dengan bersatu akan menjadi kekuatan besar. Pesan menjaga persatuan dan kesatuan itu kerap disampaikan Jokowi dalam berbagai sambutan.

Dalam kesempatan itu Jokowi kembali memutar video pembukaan Asian Games dengan menggunakan atraksi sepeda motor. Ia menyampaikan kebanggaannya Indonesia dapat melayani dengan baik 11.000 atlet, 5.550 official dan 150.000 pendukung dari berbagai negara.

"Tetapi yang paling ramai memang pas pembukaan, itu pakai stuntman, masak presiden suruh loncat yang bener aja. Sebetulnya saya mau boncengin Bu Jokowi tetapi stuntmannya nggak ada, stuntwomen bukan stuntman," katanya.

Jokowi mengatakan, terpenting dalam event tersebut Indonesia dapat menunjukkan dengan memperoleh 31 emas dengan prestasi yang naik tajam. Ia menenkankan 12 peraih medali emas disumbangkan atlet wanita, yang menyalakan api saat pembukaan juga atlet wanita. Simbol demikian itu harus dimaknai sebagai kemampuan lebih dari wanita. "Artinya kita punya srikandi-srikandi yang terus berjuang untuk merah putih," ucapnya.

Jokowi mengatakan di pemerintahan, ia dibantu sejumlah srikandi seperti Yohana Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek yang lemah lembut. Namun ada juga yang memiliki ketegasan bahkan bisa disebut galak seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti. "Tetapi yang jelas kalau delapan menteri [perempuan] ini ngambek bareng, pusing saya. Namun lebih pusing lagi kalau ibunya anak-anak yang ngambek," katanya.

Itulah, kata Jokowi, yang ia maksudkan sebagai ibu bangsa. Ibu yang mendidik anak sebagai penerus masa depan bangsa, memperbaiki mentalitas, moral dan menggerakkan ekonomi keluarga serta masyarakat. "Saya setuju tadi Bu Giwo [Ketua Kowani] menyampaikan istilah emak-emak itu [baiknya] ibu bangsa," katanya.

Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan pihaknya tidak ingin perempuan Indonesia yang sudah memiliki konsep ibu bangsa sejak sebelum kemerdekaan justru dibilang emak-emak.

"Kami tidak setuju, tidak ada the power of emak-emak, adanya the power of ibu bangsa. Not the power of emak-emak sorry ya," katanya.

Alasannya karena sebutan ibu bangsa merupakan suatu kehormatan sekaligus tugas agar mampu menciptakan generasi yang berkarakter, berdaya saing, unggul, inovatif serta memiliki wawasan kebangsaan yang militan. Pihaknya sengaja menggelar kegiatan itu di Jogja karena konggres wanita Indonesia pertama dihelat di Indonesia. "Kami sudah membuat suatu kewajiban apa yang harus dilakukan ibu bangsa," ucapnya.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia