KERICUHAN SETURAN : Polisi Sebut Pelaku Penusukan Segera Ditahan

Sekelompok orang asal Papua berjalan membawa senjata tajam dari mulai Jalan Seturan hingga Babarsari, Rabu (12/9/2018)./Harian Jogja - Irwan A. Syambudi
14 September 2018 20:00 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kepolisian DIY mengklaim ada perkembangan baik dalam pengusutan kasus penusukan di Seturan, Depok, Sleman beberapa waktu lalu.

Buntut penusukan itu, sekelompok warga asal Papua terjun ke jalan membawa senjata tajam mencari pelaku yang menusuk rekan mereka tersebut.

Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto mengatakan pengusutan kasus pertikaian yang menyebabkan seorang mengalami luka tusuk itu kini masih berjalan.

Sejumlah saksi telah diperiksa. "Hari ini progresnya sudah bagus, sudah ada tanda-tanda [pelaku] bakal diamankan," ujarnya.

Namun Yulianto tidak membeberkan secara detail identitas pelaku tersebut.

Sebelumnya, sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Ormas dan Relawan (FKOR) DIY mendatangi Polda DIY, Jumat (14/9/2019) sore. Mereka mendorong Polda DIY agar mengusut tuntas kasus keributan antar dua kelompok di Seturan beberapa waktu lalu.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) FKOR DIY, Waljito mengatakan pihaknya menolak keras segala bentuk kekerasan yang ada DIY. Adanya pertikaian yang menjurus tindak kekerasan antar kelompok yang terjadi di Seturan, Caturtunggal, Depok, Sleman pada Rabu (13/9/2019) kemarin membuat pihaknya prihatin.

Menurutnya DIY adalah kota yang bhineka, banyak sekali suku yang ada di DIY. Dan pihaknya sepakat bahwa DIY adalah daerah yang aman dan nyaman, sehingga segala bentuk kekerasan harus dilawan.

Sebelumnya pertikaian terjadi antara dua kelompok orang di sebuah kafe di daerah Seturan, Caturtunggal, Depok. Seorang dari kelompok orang asal Papua mengalami luka tusuk akibat pertikaian itu. Keesokan harinya ketegangan terjadi setelah sekelompok warga Papua turun ke jalan dengan membawa senjata tajam.