Dua Jemaah Haji asal Bantul Masih Berada di Tanah Suci

Ilustrasi. - Bisnis Indonesia/Andi Rambe
15 September 2018 21:17 WIB David Kurniawan Bantul Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, BANTUL – Dua jemaah haji asal Bantul hingga sekarang masih berada di Arab Saudi. Kepulangan ini jadi terhambat karena keduanya sempat bermasalah dengan kesehatan.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantul, Arif Harjanto mengatakan, ada 910 orang yang berangkat ke Tanah Suci. Namun hingga Jumat (14/9/2018) belum semua jamaah pulang Bantul karena masih ada dua orang yang tertahan di Arab Saudi.

Dua orang yang belum pulang adalah Sarono Wongso Dinomo dan Sulisdi Utomo. Menurut Arif, khusus untuk Sulisdi belum bisa pulang karena yang bersangkutan mengalami sakit dan harus dirawat di rumah sakit sehingga kepulangannya tertunda.

“Untuk kepulangan masih menunggu informasi dari rumah sakit di Arab Saudi. Mudah-mudahan yang bersangkutan segera sembuh dan bisa pulang ke rumah,” kata Arif kepada wartawan, Jumat kemarin.

Sementara untuk satu jamaah lain atas nama Sarono, kepulangan terlambat yang bersangkutan pindah kloter 24 SOC ke 83 SOC. Menurut dia, perpindahan terjadi karena pada saat akan berangkat Sarono mengalami sakit sehingga berangkat tidak bersama-sama dengan jamaah lain asal Bantul. “Kalau untuk Sarono kepulangannya sudah bisa dipastikan pada 22 September mendatang,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan Arif, secara umum penyelenggaraan haji berjalan dengan lancar dan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan baik. Sesuai dengan jadwal, kepulangan jamaah asal Bantul terbagi dalam tiga kloter pada Senin (3/9/2018) hingga Rabu (5/9/2018) lalu.

“Tapi berhubung ada yang pidah kloter dan sakit, masih ada dua jamaah yang pulangnya terlambat dari jadwal yang telah ditentukan,” katanya.

Pada saat menyambut kedatangan para jamaah pulang ke Bantul, Bupati Suharsono mengimbau jamaah haji dapat menerapkan kemabruran ke dalam kehidupan, baik untuk pribadi, keluarga, maupun di tengah masyarakat. Selain itu, para jamaah diminta untuk menjadi teladan di masyarakat.

“Mari kita senantiasa menjaga silaturahim, kebersamaan, persatuan dan kesatuan serta dapat mengamalkan apa yang didapatkan di Tanah Suci didalam kehidupan sehari-hari,” ujar Suharsono.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia