Serunya Mahasiswa Baru STIM YKPN Belajar Budaya Jogja

Mahasiswa baru dikenalkan budaya Jogja oleh pemateri pada Jumat (14/9/2018) di Kampus STIM YKPN. - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
15 September 2018 06:50 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, SLEMAN- Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) YKPN gelar Orientasi Kegiatan Akademik (OKA) hari kedua pada Jumat (14/9/2018). Budaya Jogja, mulai dari pakaian, tata krama, sampai makanan dikenalkan agar mahasiswa bisa menyesuaikan ketika tinggal di Jogja.

Kepala Bagian Humas dan Kerjasama STIM YKPN Sri Rejeki Ekasasi mengatakan pelaksanaan OKA di tahun ini diadakan dua hari mulai dari Kamis (13/9/2018) sampai Jumat (14/9/2018).

Menurutnya, di hari kedua, mahasiswa mulai dikenalkan budaya Jogja dengan berbagai kekhasan. "Makanya kami mengangkat Jogja Istimewa. Mahasiswa baru memakai pakaian Jogja, terus juga diajarkan budaya sopan santun, juga ada makanan-makanannya," ujar Sri Rejeki pada Harianjogja.com pada Jumat (14/9/2018).

Menurutnya, mahasiswa baru yang masuk STIM YKPN terdata berasal dari 22 provinsi di seluruh Indonesia. Dari semua mahasiswa baru yang ada di STIM YKPN, 42%-nya merupakan mahasiswa baru yabg berasal dari luar DIY.

"Karena tidak semua dari Jogja, maka diajak untuk mengenali, juga nanti bisa tau adat istiadat, sopan santun, dan bergaul di masyarakat," kata Sri Rejeki.

Selain itu, mahasiswa juga dikenalkan dengan aktivitas-aktivitas di UKM. "Kami punya 15 UKM, nanti ada UKM Expo, mahasiswa baru bisa ikut itu," kata Sri Rejeki.

Tema yang diangkat pada OKA tahun ini yaitu Be A Smart Enterpreneur and Great Leader. "Mereka ketika keluar itu sudah siap, punya karakter, berilmu, santun, dan punya jiwa leadership," katanya.

Selain itu, dalam OKA tahun ini ada dua orang alumni yang memberikan motivasi pada mahasiswa baru agar semangat dalam mencari ilmu. Keduanya yaitu Dazril Zakirman Zakaria seorang pengusaha dan Eva Meitri dari perbankan.

Ketua STIM YKPN, Bambang Susilo mengatakan mahasiswa baru perlu menyesuaikan diri. "Terutama yang dari luar DIY, dengan budaya dan tata krama yang ada di Jogja, sopan santun, tata tertib kemudian juga bagaimana bersikap baik di kampus, di lingkungan tempat tinggal, di jalan raya, tempat umum,” ujar Bambang.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia