Bocah 14 Tahun di Sleman Jadi Begal, Todongkan Clurit ke Pengendara Motor

Ilustrasi. - Reuters/Dylan Martinez
15 September 2018 19:17 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Seorang remaja berusia 14 tahun menjadi pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas). Ia berperan sebagai eksekutor yang menodongkan clurit ke korbannya.

Remaja 14 tahun berinisial FDP, warga Pendowoharjo, Sleman dan Raka, 18, warga Seyegan, Sleman itu ditangkap bersama dengan rekannya Raka, 18, warga Seyegan, Sleman.

Keduanya ditangkap setelah melakukan aksi pencurian dengan kekerasan di Jalan Gito-Gati, tepatnya di depan Ruko Penen, Donoharjo, Ngaglik, pada Selasa (21/8/2018) lalu.

Kanit Reskrim Polsek Ngaglik, Iptu Budi Karyanto mengatakan kedua pelaku berbagi peran dalam melakukan aksi curas. Raka berperan sebagai joki. Sedangkan pelaku FDP adalah sebagai eksekutor yang merampas ponsel, jaket, dan helm, milik korban Adam Zuhra, 14, warga Sariharjo, Ngaglik.

"[Korban] tidak melawan karena diancam pakai clurit sama FDP. Dia bawa clurit sebagai eksekutor," kata Budi, Sabtu (15/9/2018).

Dalam beraksi, pelaku Raka yang menentukan target dan setelah itu meminta FDP beraksi. "Mereka milih-milih target, kalau anak-anak langsung dipepet dan diberhentikan," ujarnya.

Berdasarkan pengakuan kedua pelaku juga beraksi di Jalan Palagan, dan kawasan Seyegan. Namun di dua tempat tersebut keduanya tidak membuahkan hasil. Baru di Jalan Gito-Gati, keduanya berhasil menggasak barang-barang senilai Rp1,95 juta milik korbannya.

Lanjut Budi, meskipun FDP masih berusia anak-anak, ia tetap akan diproses secara hukum, sesuai dengan Undang-Undang nomor 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Keduanya bakal dijerat pasal 365 KUHP tentang curas.