Rayakan HUT Pertama, FKI Jeradis Gelar Sejumlah Kegiatan untuk Difabel

Salah satu aktivitas dalam peringatan HUT I FKI Peradis di halaman Kantor Kecamatan Jetis, Sabtu (15/9/2018). - Harian Jogja/Sunartono
16 September 2018 16:20 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA--Panitia Forum Kecamatan Inklusi (FKI) Jeradis Kecamatan Jetis menggelar perayaan ulang tahun pertamanya dengan sejumlah kegiatan. Selain bakti sosial, panitia juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis dan penyerahan bantuan bagi penyandang disabilitas.

Ketua Panitia Milad I FKI Jeradis Jetis Supardiyono mengatakan kegiatan tersebut digelar juga untuk menasbihkan Jetis sebagai kecamatan inklusi. "Sebelumnya kami sudah menyosialisasikan kepada masyarakat di tiga kelurahan agar mereka ikut mendukung Jetis sebagai kecamatan inklusif," katanya di sela-sela kegiatan di halaman Kecamatan Jetis, Sabtu (15/9/2018).

Sebagai kecamatan inklusi, kata Supardiyono, masyarakat tidak boleh lagi acuh tak acuh dengan kalangan difabel. Menurut dia, Jetis menjadi kecamatan inklusif didasarkan pada hasil musyawarah rencana pembangunan (musrenbang).

Dengan begitu, para penyandang disabilitas juga diharapkan bisa aktif dalam setiap kegiatan masyarakat. "Saat ini para penyandang disabilitas sudah diikutkan dalam kegiatan warga. Mereka juga memiliki semangat untuk ikut membangun. Nantinya per kelurahan penyandang disabilitas akan diberikan keterampilan khusus dan keluarganya juga akan ikut diberdayakan," kata dia.

Hingga kini, tercatat ada sekitar 154 warga penyandang disabilitas di wilayah Jetis. Mereka turut meramaikan kegiatan Milad I seperti lomba menggambar untuk TK dan SD dan juga pemeriksaan kesehatan gratis. "Kami baru satu tahun berdiri dan ke depan kami akan mendorong berdirinya Posbindu khusus disable," ujar Supardiyono.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Pemkot Jogja Bejo Suwarno mengatakan dari sekian kecamatan inklusi di Jogja, Jetis termasuk FKI yang paling aktif menggelar kegiatan. Pemkot, kata Bejo, terus berupaya memenuhi kebutuhan dan fasilitas khusus bagi kalangan disabiltas. "Hanya saja untuk pembangunan fisik, masih perlu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi masalah teknis," ujarnya.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jogja itu mencontohkan keberadaan sejumlah sarana dan prasarana di lingkungan pemerintahan yang masih belum memenuhi kebutuhan kalangan disabilitas. Sebut saja misalnya keberadaan jalur khusus kursi roda, dari sisi teknis, dia melihat masih ada kebutuhan fasilitas fisik yang tidak sesuai dengan kebutuhan. "Misalnya tingkat kemiringan jalur kursi roda di kecamatan Jetis itu terlalu terjal, sangat sulit pengguna kursi roda berjalan sendiri. Padahal tujuan adanya fasilitas bagi difabel agar mereka bisa lebih mandiri," katanya.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia