Ikut Ramaikan Pemilu, KSPSI DIY Kirim 4 Kadernya Jadi Bacaleg

Pengurus DPD KSPSI memberikan pernyataan sikap dan deklarasi caleg di Gedung Bumiputera, Bintaran Kota Jogja, Minggu (16/9/2018). - Harian Jogja/Sunartono
16 September 2018 21:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Merasa aspirasinya selama ini tak terwakili di legislatif, DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DIY mengirimkan empat kadernya dalam Pemilu 2019 mendatang.

Ketua DPD KSPSI DIY Ruswadi mengaku aspirasi buruh di DIY baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional jarang terserap meski pihaknya berkali-kali menyampaikan ke legislatif. Antara lain fakta soal pengupahan buruh yang sampai saat ini masih belum layak sehingga kesejahteraan sangat kurang. "Kebijakan yang sudah dituangkan sampai saat ini belum menyerap aspirasi pekerja baik dalam bentuk Perda, Pergub maupun udang-undang," kata dia dalam acara Pernyataan Sikap dan Deklarasi Caleg dari DPD KSPSI di Gedung Bumiputera, Jogja, Minggu (16/9/2018).

Oleh karena itu, dalam Pemilu 2019 mendatang pihaknya mendorong adanya keterwakilan pekerja di kursi legislatif. Sehingga para kader KSPSI diberikan kebebasan untuk mencalonkan diri memilih partai sesuai dengan peluang kiprah, afiliasi dan keyakinan politik masing-masing. Pengiriman kader ini untuk maju caleg ini merupakan pertama kali dilakukan KSPSI karena dinilai anggota legislatif saat ini belum mampu menyerap aspirasi para pekerja.

"Mereka kebanyakan belum mampu menjadi representasi pekerja, oleh karena itu kami kirim kader sebagai perwakilan kami. Ada empat orang dan semuanya murni anggota [KSPSI DIY]," katanya.

Anggota Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) DPD KSPSI DIY Sumarto mengakui selama ini yang berjalan hanya sekedar retorika untuk menyerap aspirasi pekerja dalam menerbitkan kebijakan. “Karena nyatanya di DIY kasus PHK masih banyak terjadi," katanya.

DPD KSPSI DIY memiliki lima anggota federasi yang total memiliki anggota 132.000 di seluruh DIY, sebanyak 35.000 di antaranya dari kalangan Guru Tidak Tetap dan Pekerja Tidak Tetap (GTT/PTT). Dari jumlah itu, kata dia, sebanyak 80% di antaranya berada di Kota Jogja, Sleman dan Bantul.

Sebanyak empat kader KSPSI yang dikirim menjadi caleg antara lain Yohanes Wibowo yang maju sebagai caleg DPRD DIY melalui PDIP; Sutrisno yang juga Ketua Federasi GTT/PTT sebagai caleg DPRD DIY dan Yatiman caleg DPRD Sleman melalui Partai Berkarya; serta anggota kehormatan KSPSI DIY Esti Wijayanti yang maju sebagai caleg DPR RI.