Kampanye di Sleman Harus Jaga Etika dan Mengutamakan HAM

Peserta apel menandatangani ikrar Pemilu Aman, Damai, dan Sejuk di lapangan Denggung, Minggu (16/9 - 2018).Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
16 September 2018 20:15 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, SLEMAN—Polres Sleman menggelar apel Deklarasi Pemilu Aman, Damai, dan Sejuk di lapangan Denggung, Minggu (16/9/2018). Diharapkan dengan koordinasi dari seluruh instansi dan masyarakat, pemilu bisa berjalan dengan baik dan mengutamakan hak asasi manusia (HAM).

Kapolres Sleman, AKBP Firman Lukmanul Hakim, menyatakan apel tersebut bertujuan mewujudkan pelaksanaan pemilu yang aman, damai, dan sejuk karena sebentar lagi Indonesia akan memulai tahapan kampanye. "Dalam pelaksanaan kampanye boleh diikuti seluruh masyarakat kecuali anak-anak, tidak boleh melanggar norma sosial dan hukum, tetap menjaga hak asasi manusia dan kalau orasi harus menyampaikan hal positif yang bermanfaat bagi kemajuan negara. Jangan menyinggung orang lain dan tetap menjaga etika dalam berbicara," katanya, Minggu.

Kapolres mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bahu-membahu menjaga keamanan dan ketertiban di Sleman sehingga tetap tercipta persatuan dan kesatuan bangsa.

Selain personel dari kepolisian, apel deklarasi pemilu tersebut diikuti perwakilan Kodim 0732 Sleman, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pramuka, BPBD dan komunitas. Pada Jumat (21/9/2018) mendatang bakal digelar apel yang lebih besar dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun.

Sri Muslimatun mengatakan deklarasi yang diselenggarakan pada Minggu belum deklarasi besar. Namun yang hadir dan turut menandatangani komitmen pelaksanaan pemilu yang aman, damai, dan sejuk dinilainya sebagai pihak-pihak kunci. "Yang datang adalah kunci-kuncinya. Harapannya ini menjadi interpoin mewujudkan pemilu yang aman, damai, dan sejuk agar tercipta Sleman yang positif sesuai tagline Sleman the Living Culture," katanya.

Ia juga mengimbau agar siapapun yang berpartisipasi dalam pemilu nanti bisa bertindak adil dan tidak semena-mena pada orang lain. Ia mengakui pemilu akan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu jika kesepakatan menggelar pemilu yang damai sudah dilakukan para pemimpin, ia meyakini akan tercipta kondisi yang sama di tingkat bawah. Untuk aparatur sipil negara (ASN), Sri Muslimatun mengimbau untuk tetap netral sesuai sumpah saat dilantik menjadi ASN. "Pengawasan akan diperketat," kata Muslimatun.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia