Muda Mudi JCACC Bersiap Sambut Festival Kue Bulan

Kelompok Hoo Hap Hwee memainkan atraksi liong pada saat warga Tionghoa Jogja merayakan perayaan Tiong Ciu atau perayaan Bulan Purnama di halaman Klenteng Tjen Lig Kiong Jl. Poncowinatan, Jogja, beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/Desi Suryanto
20 September 2018 06:30 WIB Rheisnayu Cyntara Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menyambut perayaan Festival Kue Bulan (Tiong Ciu Pia) pada Senin (24/9) mendatang, para muda mudi Jogja Chinese Art And Culture Centre (JCACC) mempersiapkan diri. Pasalnya ada banyak kegiatan yang akan diselenggarakan dari pukul 18.00 WIB hingga selesai.

Anggota muda mudi JCACC Juan mengatakan akan ada rangkaian kegiatan yang diselenggarakan. Mulai dari Liong Dupa, Liong Putra Putri, tarian klasik, Yoyo Chinese, flashmob hingga fragmen Dewi Bulan yang akan ditampilkan oleh para muda mudi JCACC. Khusus untuk Chinese Opera, para muda mudi JCACC bahkan sudah berlatih jauh-jauh hari. Bahkan dari bulan Juli lalu hingga jelang dipentaskan pada akhir pekan nanti. "Tak hanya berlatih akting tetapi kami juga berlatih make-up Chinese Opera," katanya kepada Harian Jogja, Rabu (19/9).

Sebagaimana diketahui sebagai salah satu bentuk persiapan acara Festival Kue Bulan, muda mudi JCACC belajar make-up untuk Chinese Opera yang baik dan benar dengan maestro tari Didik Nini Thowok pada Agustus lalu.

Koordinator kegiatan, Ernest Lianggar Kurniawan menuturkan berlatih drama khususnya Chinese Opera sudah jadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh para muda mudi JCACC. Hasil latihan tersebut biasanya akan ditampilkan pada acara-acara besar seperti Festival Tiong Ciu Pia atau juga dikenal sebagai Festival Kue Bulan. Yakni festival yang dilangsungkan setiap tanggal 15 bulan delapan dalam penanggalan Imlek.

Sayangnya make-up yang mereka garap sendiri kurang memuaskan. Ernest lantas meminta tolong langsung kepada maestro tari Didik Nini Thowok yang memang sudah profesional dalam hal rias pertunjukan untuk mengarahkan mereka. Mereka diberikan referensi oleh Didik Nini Thowok tentang riasan Chinese Opera yang masih asli sebagai gambaran. Namun apa yang diaplikasikan menurutnya sudah merupakan riasan yang berakulturasi dengan budaya lokal Indonesia.