Jelang Musim Hujan, Sejumlah Pasar di Kulonprogo Butuh Diperbaiki

Sejumlah petugas memeriksa sejumlah produk bahan pangan di Pasar Brosot, belum lama ini.Harian Jogja/Beny Prasetya
21 September 2018 20:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sejumlah pasar tradisional di Kulonprogo mendesak untuk diperbaiki karena dikhawatirkan bakal becek dan banjir saat musim penghujan tiba.

Kepala Seksi Usaha dan Sarana Perdagangan, Dinas Perdagangan (Disdag) Kulonprogo, Wahyu Widodo, mengatakan jajarannya terus berupaya melakukan revitalisasi pasar, mengingat dari total 30 unit pasar tradisional yang ada di Kulonprogo, masih ada 12 unit pasar yang kondisinya belum baik. Selain itu ada delapan yang kondisinya sedang dan 10 pasar yang sudah baik. Namun revitalisasi dilakukan menyesuaikan ketersediaan anggaran karena terkadang revitalisasi pasar membutuhkan biaya yang besar namun anggaran daerah yang ada hanya sedikit.

Ia menyebutkan beberapa pasar yang kondisinya masih sangat buruk antara lain Pasar Clereng, Pasar Ngebung dan Pasar Nganggrung. Ketiga pasar ini bangunannya belum bagus dan banyak lapak tidak permanen. Sedangkan Pasar Glaheng yang dulu becek, sekarang sudah diperbaiki, begitu juga Pasar Jombokan. Wahyu menambahkan Pasar Nanggulan, Niten, Kasihan dan Pasar Ngaglik saat ini kondisinya sudah cukup baik. Namun baru ada dua unit pasar yang dinilai benar-benar representatif, yaitu Pasar Bendungan dan Pasar Sentolo Baru.

"Dua pasar ini terkategori representatif karena secara fisik sudah baik, sarana dan prasarananya lengkap, misalnya sudah memiliki MCK, tempat sampah, ruang keamanan, ruang laktasi dan ruang kesehatan serta dilengkapi kamera pengintai atau CCTV, los dan kiosnya sudah lengkap dan tertata rapi," kata dia, Jumat (21/9/2018).

Wahyu menambahkan tahun ini Disdag memiliki anggaran revitalisasi pasar sebesar Rp11 miliar yang akan digunakan untuk membiayai perbaikan di sejumlah pasar, antara lain Pasar Bendungan, Kranggan, Ngaglik, Niten, Kenteng, Kasihan, Jagalan, Jombokan dan Glaheng. Perbaikan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal digunakan membangun los, kios, sarana pendukung pasar seperti kantor pasar dan drainase.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Daerah Disdag Kulonprogo, Slamet Riyadi, menyatakan dalam revitalisasi pasar yang menjadi perhatian utama adalah perbaikan MCK, persampahan dan sanitasi pasar agar pasar tidak kumuh. “Revitalisasi pasar yang menelan banyak anggaran akan dimintakan bantuan ke Kementerian Perdagangan, sebab kemampuan APBD Kulonprogo sangat terbatas sehingga perbaikan pasar yang butuh banyak biaya harus menggunakan APBN,” katanya.