Berkat 20 CCTV yang Dikendalikan di Pos Ronda, Kumendaman Bebas Gangguan Keamanan

Pos ronda di Kumendaman, Kota Jogja. - Harian Jogja/Desi Suryanto
22 September 2018 11:25 WIB Irwan A Syambudi Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sistem keamanan lingkungan di Kumendaman, Kota Jogja, sangat mangkus menangkal kejahatan. Penduduk kampung memakai teknologi yang bisa mendeteksi gangguan keamanan. Berikut laporan wartawan Harianjogja.com Irwan A. Syambudi.

Kala itu, Triono Risdyanto baru saja terbangun dari tidurnya. Subuh belum datang, waktu masih sekitar pukul 03.00 WIB. Dari televisi di ruang tamunya ia melihat gerak-gerik mencurigakan di sebuah rumah di sudut kampung. Bersama warga lain ia segera mencegat orang yang belakangan mengaku hendak nyolong sepatu.

Triono adalah Ketua Rukun Warga (RW) 06 di Kampung Kumendaman, Kelurahan Suryodiningratan, Mantrijeron, Kota Jogja. Di rumahnya terdapat beberapa televisi yang khusus digunakan untuk memantau gambar dari CCTV yang telah dipasang di 20 titik di sekujur kampung.

CCTV ini adalah bagian dari sistem keamanan lingkungan (siskamling) yang mulai digunakan pada 2016 lalu. Kampung yang dihuni 662 jiwa ini memiliki 20 CCTV, tiga televisi, dan seperangkat komputer yang terhubung Internet, sehingga pantauan CCTV dapat diakses secara online.

Kumendaman juga memiliki sebuah repeater radio, dan sedikitnya 30 radio panggil sebagai bagian dari siskamling. Di pos ronda yang berada persis di halaman rumah Rusdiyanto, warga setiap malam berkumpul sesuai gilirannya. Mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB secara bergantian mereka berkeliling kampung.

Satu orang berjaga di pos ronda dengan mengamati CCTV. Peronda lain berkeliling berbekal radio panggil. Lewat radio, penjaga pos akan mengabarkan setiap hal mencurigakan kepada peronda yang mengitari kampung.

Begitulah siskamling di Kumendaman berjalan setiap harinya.

Berkat sistem itu, Kumendaman berhasil meraih sejumlah prestasi.

“Pada 2016 peringkat III Siskamling Se-DIY, 2018 juara  Siskamling Se-DIY. Tahun ini kami maju lomba siskamling tingkat nasional. Berdasarkan pengumuman kami juara untuk kategori inovasi terbaik, tetapi sampai sekarang belum ada pemberitahuan lebih lanjut,” kata Triono, Jumat (21/9).

Siskamling Kumendaman melewati proses panjang sebelum menjadi yang terbaik di Indonesia. Teknologi CCTV dan radio panggil perlu dana yang tidak sedikit.

Identifikasi Penjahat

Budi Purwanto, warga yang menjadi salah satu anggota tim teknis penerapan teknologi ini mengatakan dana yang dibutuhkan sekitar Rp30 juta.

Pensiunan perusahaan swasta di bidang teknologi ini adalah salah satu perancang teknologi Siskamling Kumendaman.  Budi mengaku dapat mengolah gambar hasil rekaman CCTV yang kurang jelas menjadi dapat diindentifikasi. Cara ini terbukti ampuh.

Juli lalu misalnya. Seorang pejambret diketahui identitasnya dan dikejar polisi setelah terekam di CCTV Siskamling. “Jambret terindentifikasi dari pelat nomor motornya,” kata dia.

Sebelumnya, pencuri burung dikenali setelah korban melihat rekaman CCTV. Gerombolan remaja yang menyerang dan melemparkan batu di sebuah SMP di Kumendaman juga diciduk polisi berkat CCTV di Kumendaman.

Swadaya

Biaya Rp30 juta untuk membangun teknologi siskamling bukan jumlah yang sedikit bagi warga Kumendaman. Stimulan Rp10 juta setiap tahun dari Pemerintah Kota Jogja tidak cukup.

Warga pun akhirnya mencari cara untuk menutup biaya. Lahan kosong di kampung dimanfaatkan untuk persewaan parkir mobil dan warung. Uang yang terkumpul dipakai untuk melengkapi teknologi siskamling sekaligus merawat semua perangkat setiap bulan.

Penyewa lahan parkir di Kumendaman tak perlu risau meninggalkan mobil mereka di tempat terbuka. Musababnya, area parkir dipantau CCTV 24 jam. Mereka tak hanya mendapat jaminan keamanan, tetapi juga didorong untuk hidup gotong royong dalam masyarakat perkotaan.

Mobil yang diparkir di lahan itu harus siap menjadi ambulans gratis bagi warga yang membutuhkan dalam keadaan darurat.

Selain menjadi kampung dengan siskamling yang baik, Kumendaman juga menjadi salah satu kampung tertib lalu lintas. Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda DIY AKBP Sulasmi mengatakan tingkat partisipasi masyarakat Kumendaman dalam ketertiban di jalan raya sangat tinggi.

CCTV yang digunakan dalam siskamling di Kumendaman juga dapat untuk memantau setiap pelanggaran lalu lintas sehingga setiap warga dapat saling menegur manakala terjadi pelanggaran.

“Kampung ini menjadi percontohan. Harapannya nanti juga ditiru oleh kampung dan kelurahan lainnya,” kata dia.