Awal Oktober Dana Banpol Cair

Ilustrasi Pemilu - JIBI
22 September 2018 08:10 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bantul masih memverifikasi kelengkapan administrasi proses pencairan dana bantuan partai politik atau banpol. Proses verifikasi ditarget selesai pekan depan sehingga awal Oktober semua partai sudah menerima banpol.

"Masih proses verifikasi. Kemungkinan baru selesai pekan depan, kemudian langsung dicairkan hingga awal Oktober," kata Kepala Kesbangpol Bantul Dwi Daryanto, Jumat (21/9/2018).

Dwi mengatakan proses verifikasi administrasi melibatkan Bagian Hukum, Inspektorat, Bagian Keuangan, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul. Sementara besaran dana banpol dipastikan sama dengan tahun lalu, yakni Rp1,3 miliar (bukan Rp1 miliar seperti diberitakan sebelumnya).

Ada 10 partai politik yang mendapatkan dana banpol. Ke-10 partai tersebut yang memiliki keterwakilan di DPRD Bantul. Nilai banpol dihitung per suara Rp1.927. Sehingga masing-masing partai berbeda perolehannya.

Dwi mengaku nilai banpol di Bantul lebih besar dibanding daerah lain, bahkan lebih tinggi dari ketetapan nasional Rp1.500 per suara. Dana banpol tersebut untuk biaya pendidikan politik oleh masing-masing partai serta biaya dministrsi partai dengan perbandingan 70% dan 30%.

Namun, Kesbangpol tidak bisa mengawasi sampai detail penggunan dana banpol. Kesbangpol hanya mengawasi seusai laporan pertanggungjawaban penggunaan dana banpol sebelumnya yang sudah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Kalau sudah memenuhi syarat secara administrasi ya harus dicairkan," ujar Dwi.

Ia memstikan semua partai di Bantul tahun ini bisa mencairkan dana banpol, termasuk Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang tahun lalu sempat bermasalah dalam kepengurusan.

Berdasarkan data Kesbangpol Bantul, banpol yang diberikan kepada 10 partai tahun lalu paling besar adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rp291,8 juta dengan jumlah suara 151.436 suara. Disusul Gerindra Rp145,5 juta (75.514 suara), Partai Amanat Nasional (PAN) Rp134,1 juta (69.635 sura), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rp110,8 juta (57.523 suara).

Kemudian Golkar Rp81,4 juta (42.282 suara), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rp81,1 juta (42.101 suara), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Rp73,2 juta (38.007 suara), Nasdem Rp61,8 juta (32.072 suara), Demokrat Rp54,6 juta (28.384 suara), dan Partai Bulan Bintang (PBB) Rp21,3 juta (11.102 suara).