Pendapatan Merosot, RSUD Sleman Terpaksa Disuntik Rp10 Miliar

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman pada Kamis (9/8/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
06 Oktober 2018 12:50 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman disubsidi APBD sebesar Rp10 miliar pada anggaran perubahan tahun ini. Target pendapatan diproyeksikan meleset, dari target Rp82 miliar pendapatan, kini menjadi Rp69 miliar.

Plt Direktur RSUD Sleman Joko Hastaryo mengatakan di tahun ini pihaknya menargetkan pendapatan sebanyak Rp89 miliar. Namun, karena penurunan kunjungan pasien sampai sekitar 30% di tahun ini membuat target itu pun meleset.

"Kita jadinya proyeksikan di tahun ini pendapatan sampai Rp69 miliar," kata Joko pada Jumat (5/10/2018). Joko mengatakan untuk menutupi kebutuhan itu pihaknya mendapat anggaran dari APBD Rp10 miliar di perubahan anggaran tahun ini.

Sementara sebelum perubahan anggaran, RSUD juga mendapatkan anggaran sebesar Rp13 miliar. Joko mengatakan pada dasarnya anggaran dari APBD dikhususkan untuk investasi rumah sakit seperti pembangunan gedung.

Menurut Joko, anggaran Rp10 miliar dari APBD di tahun ini akan digunakan untuk pembelian obat. Sementara di awal Rp13 miliar dari sebelum anggaran perubahan tersebut penggunaannya untuk penyediaan alat kesehatan.

Meski demikian menurut Joko, pada anggaran perubahan tersebut pihaknya masih melakukan efisiensi. "Karena kan proyeksi kita jadi Rp69 miliar. Kita mengajukan itu lebih dari Rp10 miliar, maka sisanya kita lakukan efisiensi," ujar Joko.

Joko mengatakan efisiensi yang dilakukan oleh RSUD Sleman salah satunya yaitu dengan mengurangi makanan suguhan rapat. "Snack buat rapat yang kita kurangin. Tapi kalau pasien kan tidak bisa, kualitas pelayanan harus tetap dijaga," ungkap Joko.

Menurutnya, penurunan kunjungan pasien 30% salah satunya karena adanya sistem rujukan online yang berjenjang. "Memang penerapan aplikasi rujukan online yang diterapkan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan memengaruhi kunjungan pasien ke RSUD Sleman. Rumah sakit kelas B seperti RSUD Sleman mengalami penurunan signifikan, dulu pasien BPJS mau dirujuk langsung ke rumah sakit kelas B, sekarang ke RS kelas D, terus ke C dulu baru ke B," ungkap Joko.

Kepala Bidang Anggaran Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman Aji Wibowo mengatakan pada anggaran perubahan di tahun ini, pihaknya melihat realisasi yang sudah didapatkan di sebelumnya. "Kami tentukan jumlah anggaran pada masing-masing OPD dengan melihat relisasi pendapatan juga di sebelum anggaran perubahan itu," kata Aji.