Ini Alasan Sebaiknya Jangan Mendaftar CPNS di Akhir Masa Pendaftaran

Ilustrasi CPNS. - Antara Foto/Adwit B Pramono
06 Oktober 2018 21:37 WIB I Ketut Sawitra Mustika Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kulonprogo mengakui lambatnya akses portal Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) merupakan salah satu hal yang paling banyak dikeluhkan oleh pendaftar seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018.

Pelamar diminta mendaftar sesegera mungkin karena jika menunggu masa-masa akhir pendaftaran, maka pelamar akan semakin menumpuk, sehingga mendaftar jadi semakin susah.

Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan BKPP Kulonprogo Trusta Hendraswara mengatakan, SSCN agak sudah diakses karena bandwidth-nya yang kurang besar. Ketika banyak orang yang mengakses situs yang sama pada saat yang sama, maka portal tersebut jadi susah dibuka.

"BKD [Badan Kepegawaian Daerah] DIY sudah mengirimkan surat ke BKN [Badan Kepagawaian Negara] agar kapasitas bandwidth ditambah. Kami hanya menyampaikan informasi ke pusat, karena SSCN ini portal yang dikelola BKN," kata Trusta saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (5/10/2018).

Trusta mengatakan, banyak pelamar yang mengeluh akibat masalah ini. Saat pelamar mencoba mendaftar di malam hari pun, SSCN juga susah diakses.

Meski demikian, Trusta menyarankan pendaftar agar tetap berusaha mengakses SSCN di waktu-waktu tertentu. Misalnya, menjelang tengah malam atau dini hari. Sebabnya, pada siang hari, SSCN banyak diserbu orang-orang yang berhasrat jadi PNS. "Untuk portal SSCN kan siap 24 jam. Ada [berkas] yang masuk dini hari."

Pendaftaran seleksi CPNS sendiri sudah dimulai sejak 26 September 2018. Durasi pendaftaran telah diperpanjang hingga 15 Oktober. Sebelumnya, pendaftaran CPNS akan ditutup pada 10 Oktober.

Trusta mengatakan, meksi ada perpanjangan waktu pendaftaran, pelamar diharapkan sesegera mungkin mendaftar. Jika orang-orang memilih mendaftar mendekati tenggat akhir, maka dikhawatirkan akan terjadi penumpukan, yang mengakibatkan portal SSCN susah diakses.

"Pelamar sesegera mungkin mendaftar. Kalau daftar di akhir-akhir mau ditambah berapa pun bandwidth-nya, akan tetap ramai [yang mengakses SSCN]," jelasnya.