Biar Tak Terpengaruh Radikalisme dan Terorisme, Ratusan Pelajar SMA dan SMK di Jogja Diajari Bikin Video Pendek

Rahmat Jiwandono
Rahmat Jiwandono Senin, 08 Oktober 2018 18:37 WIB
Biar Tak Terpengaruh Radikalisme dan Terorisme, Ratusan Pelajar SMA dan SMK di Jogja Diajari Bikin Video Pendek

Kesepakatan menolak radikalisme dan terorisme Grahatama Pustaka Jogja, Senin (8/10/2018). /Harian Jogja-Rahmat Jiwandono

Harianjogja.com, JOGJA - Sebanyak 190 pelajar SMA dan SMK di Jogja mengikuti workshop video pendek dengan tema Menjadi Indonesia yang diadakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DIY di Grahatama Pustaka Jogja, Senin (8/10/2018).

Peserta berasal dari 50 SMA dan SMK di Kota Jogja, setiap sekolah mengirimkan empat atau lima orang siswa.

Dalam sambutannya, Ketua FKPT DIY Mukhtasar Syamsudin menjelaskan tujuan diadakannya kegiatan ini. "Kami ingin membekali pelajar khususnya di sekolah menengah akan bahaya radikalisme dan terorisme," katanya.

Menurutnya metode video pendek adalah metode yang efektif untuk menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan tentang radikalisme dan terorisme.

Turut hadir aktris Prisia Nasution sebagai pembicara dalam workshop tersebut. Menurutnya metode pembuatan video pendek menjadi cara yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut.

"Pembuatan film pendek tentang toleransi dan anti radikalisme agar video-video negatif tentang terorisme bisa tergeser secara perlahan-lahan," kata aktris yang pernah membintangi film Comic 8 tersebut.

Salah satu seorang pelajar yang hadir, Andika Gustia dari Madrasah Aliyah Nur Iman Jogja, mengatakan media video dekat dengan generasi milenial. "Lewat video kan ada gambar dan audio, jadi lebih paham," imbuh siswa kelas XII tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online