Canggih, Pedagang Pasar Demangan Bayar Retribusi Tak Lagi Pakai Uang Cash

Ilustrasi pasar tradisional - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
10 Oktober 2018 06:50 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pembayaran retribusi secara elektronik (e-retribusi) diterapkan di Pasar Demangan Jogja. Sebanyak 706 pedagang memanfaatkan pembayaran retribusi dengan cara tap ke mesin pembayaran.

Walikota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan penerapan e-retribusi tersebut dilakukan untuk mengimbangi revolusi industri yang berkembang cepat. Pemerintah Pusat meminta agar daerah juga mempercepat proses teknologi. “Salah satunya, kami terapkan dengan e-retribusi di pasar-pasar tradisional,” katanya usai menyerahkan secara simbolis Kartu e-Retribusi BTN kepada Pedagang Pasar Demangan di Balaikota Jogja, Selasa (9/10/2018).

Kartu tersebut selain berfungsi untuk membayar retribusi juga bertujuan agar kesadaran masyarakat memiliki nomor rekening terus meningkat. Hal ini seiring dengan langkah Jogja menuju Smart City. “Kami terus melakukan efesiensi, integrasi sistem Smart City terus disiapkan agar Jogja sebagai Smart City ini dapat memberi manfaat dan kemudahan layanan kepada masyarakat," katanya.

Hingga kini tercatat sumbangansih retribusi pasar-pasar tradisional sebesar Rp15,5 miliar atau sekitar 2,8% dari keseluruhan retribusi sebesar Rp551,5 miliar yang menjadi pendapatan asli daerah (PAD). Menurut Haryadi, selain efesien penerapan e-retribusi tersebut juga mampu meningkatkan intensifikasi dan ekstensifikasi retribusi dalam PAD. “Ke depan, semua proses pembayaran akan dilakukan secara elektronik untuk menggantikan metode pembayaran manual secara tunai,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jogja Maryustion Tonang menambahkan pembayaran retribusi secara elektronik di Pasar Demangan dilakukan dengna cara tap ke mesin pembayaran. Dinas akan terus meningkatkan antusiasme pedagang melakukan pembayaran retribusi secara elektronik. “Ini dilakukan secara bertahap sehingga semua pedagang dapat memanfaatkan metode pembayaran retribusi yang lebih cepat dan tentunya akuntabel,” katanya.

Penerapan penbayaran retribusi secara elektronik, lanjut Maryustion, membutuhkan strategi khusus karena mengubah kebiasaan pedagang yang biasanya membayar secara pasif karena ada petugas yang datang memungut retribusi, namun kini harus bersikap aktif membayar retribusi. “Jadi kami terbuka untuk bekerjasama dengan perbankan, karena ini bukan monopoli. Di Pasar Beringhajo kami bekerjasama dengan Bank BPD DIY,” katanya.