Ingatkan Bahaya Hoaks, Rejo Mulia Gelar Flashmob di Titik Nol KM Jogja

Warga yang tergabung dalam Relawan Jokowi Kyai Ma'ruf Amin untuk Kemuliaan Indonesia (REJOMULIA) menggelar flashmob anti hoaz di Kawasan Nol Kilometer, Jogja, Rabu (10/102/2018). - Harian Jogja/ Desi Suryanto
10 Oktober 2018 19:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Relawan Joko Widodo – Ma’ruf Amin untuk Kemuliaan Indonesia (Rejo Mulia) turut prihatin dengan massifnya fenomena ujaran kebencian (hate speech), kampanye negatif (black campaign) yang terjadi selama ini.

Ketua Rejo Mulia K.H Masrur Ahmad mengatakan saat ini orang begitu mudahnya mengumbar berita bohong (hoaks) baik di realitas sosial maupun sosial media. "Kadar kebencian, kebohongan, pemutar balikan fakta sudah sangat parah dan diartikulasikan secara permisif," katanya, Rabu (10/10/2018) di titik nol kilometer Jogja.

Bahkan, kata Masrur, fenomena semacam itu juga diproduksi oleh tokoh-tokoh politik yang sepertinya mempertontonkan daya nalar mereka. Hal itu jika tidak disadari dan direm berpotensi membubrahkan NKRI. "Beranjak dari keprihatinan ini Rejomulia melakukan kampanye damai untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya laten HBH [hate speech, black campaign & hoax]," katanya.

Aksi spontanitas Flashmob Anti Hoax untuk Indonesia Damai Tanpa Tipu-Tipu ini merupakan bentuk Kampanye Damai dan upaya mengedukasi masyarakat. Aksi ini berupa happening art dalam bentuk menari bersama secara kolosal menggunakan aneka topeng karakter lucu. Topeng lucu dipilih agar masyarakat terhibur dan senang dengan aksi damai ini tanpa meninggalkan nilai estetika.

"Kegiatan ini sekaligus untuk mengangkat potensi kerajinan seni topeng dari kertas bekas yang dibuat oleh para pengrajin kita," tambah Sekretaris Jendral Rejo Mulia Andreas Andi Bayu.

Melalui kampanye damai ini, katanya, Rejo Mulia mengingatkan agar seluruh komponen bangsa mengedepankan sikap hormat menghormati, guyub rukun, saling mengasihi tanpa memandang perbedaan suku, agama, budaya dan golongan serta afiliasi politiknya.

"Kami juga mengajak masyarakat untuk memegang teguh dasar negara Pancasila, menjunjung tinggi tertib sosial, tunduk pada supremasi hukum, anti anarki, dan mengembangkan aktivitas tanpa kekerasan [active non violence]," katanya.

Pihaknya juga meminta agar masyarakat menjadi individu yang bertanggungjawab, menjadi pribadi yang cerdas, kritis, selektif, obyektif dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas sumber dan validitasnya. "Sebagai relawan Jokowi Kyai Ma'ruf Amin utamakan model-model kampanye berbudaya sesuai falsafah dan nilai luhur yang diajarkan para leluhur Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat," katanya.

Tim kampanye Jokowi-Makruf, lanjut Andi, juga menghormati tim atau pihak pasangan capres lain. "Pemilu bukan tujuan apalagi akhir dari segala-galanya. Pemilu adalah sarana demokratis bagi kita untuk membangun kehidupan yang beradab dan manusiawi," katanya.