Waspadalah, Angin Kencang dan Petir Mengancam Wilayah Bantul

Ilustrasi angin kencang. - JIBI
11 Oktober 2018 09:17 WIB David Kurniawan Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – BPBD Bantul mengimbau kepada masyarakat untuk waspada potensi petir dan angin kencang pada saat memasuki musim pancaroba. Kewaspadaan ini dibutuhkan untuk mengurangi kerugian saat terjadi musibah.

Manajer Pusdalops, BPBD Bantul Aka Luk Luk mengatakan, pada saat ini di wilayah Bantul sudah memasuki masa pancaroba. Di masa peralihan dari musim kemarau ke penghujan terdapat potensi musibah seperti petir dan angin kencang.  “Dua potensi ini yang sering terjadi pada saat masa kemarau,” katanya kepada wartawan, Rabu (10/10/2018).

Menurut Aka, ancaman petir dan angin kencang merata di seluruh wilayah Bantul. Untuk peristiwa bisa terjadi kapan saja seiring datangnya cuaca buruk. Oleh karenanya, ia meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada terhadap ancaman musibah di masa pancaroba.

“Di masa ini [pancaroba], cuaca sering berubah-ubah sehingga juga berpengaruh terhadap kondisi tubuh,” ungkapnya.

Dikatakan dia, untuk antisipasi dapat dilakukan dengan memangkas pohon dan ranting di sekitar rumah yang telah lebat. Selain itu, kesadaran untuk menjaga saluran irigasi tetap lancar juga dibutuhkan sehingga mengurangi potensi terjadinya banjir.

“Pada saat ada petir tidak disarankan berlindung di bawah pohon. Jika terjadi cuaca buruk juga diimbau untuk tidak mengoperasikan ponsel agar terhindar dari sambaran petir,” ungkapnya.

Menurut dia, beberapa langkah antisipasi ini diperlukan agar kerugian saat terjadi musibah dapat dikurangi. “Kita tidak tahu kapan datangnya musibah atau bencana, tapi untuk mengurangi dampak bisa dilakukan dengan kesiapsiagaan,” tutur Aka.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Pelaksana Tugas BPBD Bantul Dwi Daryanto. Menurut dia, setiap potensi bencana harus diwaspadai sehingga dampaknya bisa ditekan sekecil mungkin. “Harus waspada dan berhati-hati,” katanya beberapa waktu lalu.

Diungkapkannya, potensi bencana di Bantul merata mulai dari tanah longsor, banjir, angina kencang yang sering terjadi pada saat musim hujan. Sementara itu, di musim kemarau kekeringan dan kebakaran menjadi bahaya utama. “Untuk kekeringan kami terus memberikan bantuan air kepada warga yang membutuhkan,” ungkap Dwi.